Dark/Light Mode

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda

Rabu, 12 Agustus 2026 06:31 WIB
Menpora Erick Thohir menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier beserta rombongan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (11/8). (Foto : Kemenpora)
Menpora Erick Thohir menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier beserta rombongan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (11/8). (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia, khususnya dalam bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier beserta rombongan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (11/8).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral, terutama pengembangan jalur pembinaan atlet muda yang berkelanjutan serta keberlanjutan program pertukaran pemuda kedua negara.

Erick menegaskan pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu prioritas Indonesia. Program tersebut mencakup pembinaan dari tingkat akar rumput (grassroots), identifikasi bakat, hingga pencapaian prestasi di level elite.

Baca juga : BAZNAS-Ruang Amal Indonesia Bekali Keterampilan Siap Kerja 50 Dhuafa Di Kendal

Menurutnya, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Australia dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang efektif dan berbasis ilmu pengetahuan atau sport science.

"Australia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kolaborasi, khususnya dalam identifikasi bakat, pelatihan pelatih, tata kelola fasilitas olahraga, hingga penerapan sport science dan kedokteran olahraga," ujar Erick.

Sebagai langkah konkret, Kemenpora mengusulkan pembentukan pilot project yang berfokus pada pembinaan atlet muda. Program tersebut meliputi pertukaran atlet, training center bersama, serta magang singkat bagi pelatih dan administrator olahraga.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga membuka peluang dual career berupa pendidikan dan karier bagi atlet muda melalui perluasan akses Beasiswa Australia Awards (AAS).

Baca juga : Freeport Indonesia Juara Umum IMERC 2026, Rescuer Diuji Hadapi Kondisi Darurat

Selain olahraga, pertemuan juga membahas finalisasi kesepakatan atau Arrangement terkait Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP).

Program pertukaran pemuda yang telah berjalan sejak 1982 tersebut kini berada dalam tahap tinjauan akhir oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia sebelum memasuki proses penandatanganan resmi oleh Plt. Deputi Bidang Pelayanan Pemuda Kemenpora, Hendro Wickaksono.

Terkait pelaksanaan AIYEP 2026, kedua pihak juga membahas sejumlah solusi dan pendekatan kreatif dalam desain program di tengah tantangan penyesuaian anggaran.

Meski terdapat keterbatasan alokasi dana operasional untuk penyelenggaraan fase fisik tahun ini, Kemenpora dan Kedutaan Besar Australia tetap berkomitmen melanjutkan konsultasi demi menjaga hubungan antarmasyarakat atau people-to-people ties kedua negara.

Baca juga : Coca-Cola Gandeng M Mart Luncurkan ‘Recycle Me’ Botol Bekas di Bali

Di sisi lain, Kemenpora bersiap menggelar sejumlah kegiatan kepemudaan berskala nasional pada Oktober 2026.

Agenda tersebut meliputi Wirasena Youth Camp pada 21-31 Oktober dengan melibatkan 168 peserta, Indonesia Youth Summit pada 28-29 Oktober yang akan menghadirkan 5.000 pemuda, serta National Debate Competition pada 29-30 Oktober dengan 100 peserta.

Melalui kemitraan strategis tersebut, Indonesia dan Australia berkomitmen membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda dan atlet yang mampu bersaing di tingkat global.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.