BREAKING NEWS
 

Stabilkan Harga

Per Hari, Bapanas Guyur 12 Ribu Ton Beras Murah

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Senin, 11 Agustus 2025 08:05 WIB
Beras Stabilisasi Pasokan Harga dan Pangan (SPHP) terus ditebar ke pasar. (Foto: Dok. Bapanas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah gercep alias gerak cepat menyikapi mahalnya harga beras di pasaran di tengah stoknya yang melimpah. Demi stabilkan harga, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengguyur 12 ribu ton beras murah per harinya.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, beras Stabilisasi Pasokan Harga dan Pangan (SPHP) terus ditebar ke pasar. Per hari, ada 12 ribu ton beras SPHP yang akan disebar ke pasar. Penyaluran ini akan tetap berjalan hingga 31 Desember 2025.

“Yang telah didistribusikan itu terakhir sekitar 14 ribu ton. Ini akan terus. Pokoknya cepat diguyur ke pasar. Hitungan saya, harusnya sampai akhir tahun itu rata-rata sekitar 12 ribu ton sehari,” tuturnya di Jakarta.

Baca juga : 5 Ribu Orang Padati “BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI”, Sambut Mitra Finansial Tanah Air Di Taiwan

Arief memastikan, pelaksanaan operasi pasar murah melalui program SPHP akan menjangkau sejumlah provinsi di Indonesia. Antara lain Aceh, Bali, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Maluku.

“Operasi pasar murah terus dijalankan,” ucap Arief.

Adapun realisasi pelaksanaan beras SPHP periode Juli-Desember 2025, per 8 Agustus telah berada di capaian 14,9 ribu ton. Untuk diketahui, Bapanas mencatat realisasi SPHP beras di 2024 pernah mencapai 1,401 juta ton selama setahun atau 100,12 persen dari target salur 1,4 juta ton.

Baca juga : Satriwan Salim: Koordinasinya Harus Segera Ditingkatkan

Sedangkan per 1 Agustus lalu, penyaluran beras SPHP melalui Koperasi Merah Putih tercatat masih berada di angka 53,72 ton. Kemudian per 8 Agustus tercatat mengalami peningkatan sampai 97,32 persen hingga meraih capaian 106 ton.

Mengacu pada panel harga pangan Bapanas, Minggu (10/8/2025) harga beras premium turun 2,21 persen dibandingkan Sabtu (9/8/2025) menjadi Rp 15.894 per kilogram (kg). Harga beras medium juga turun 2,53 persen menjadi Rp 14.096 per kg dan beras SPHP turun 1,63 persen menjadi Rp 12.468 per kg.

Sekadar info. Program SPHP beras dapat disalurkan melalui pengecer di pasar rakyat. Targetnya adalah kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah dengan harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) wtau wilayah non sentra produksi. Lalu Kopdes Merah Putih dan outlet pangan binaan serta Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui pemerintah daerah.

Baca juga : Abdul Wachid: Wajar, Sekolah Rakyat Masih Tahap Awal

Selain itu, dapat pula disalurkan outlet BUMN, instansi pemerintah (Kementerian/Lembaga, TNI, POLRI, dan lainnya) melalui koperasi atau outlet instansi pemerintah dan/atau GPM. Termasuk disalurkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang sudah di verifikasi.

Adsense

SPHP beras juga dapat didistribusikan melalui swalayan/toko modern yang tidak melakukan penjualan secara grosir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense