BREAKING NEWS
 

Bangun PLTS 100 GW, Bahlil Jajaki Kerja Sama Dengan Trina Solar China

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 14 Agustus 2025 14:54 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri, tengah) bertemu dengan produsen Solar Photo Voltaik (PV) asal China, Trina Solar. (Foto: Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan bilateral dengan produsen Solar Photo Voltaik (PV) asal China, Trina Solar

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama dalam pengembangan rantai pasok dan ekosistem energi surya di Indonesia, sejalan dengan program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita tahu potensi energi surya Indonesia mencapai ribuan gigawatt. Maka perlu dilakukan penjajakan kerja sama agar potensi besar ini bisa dioptimalkan demi ketahanan dan swasembada energi,” ujar Bahlil dalam keterangnnya, Kamis (14/8/2025).

Baca juga : Frederik Ajak Bupati Jaga Jaringan, Finansial, dan Keamanan

Indonesia memiliki potensi energi surya hingga 3.294 Gigawatt Peak (GWp), tapi hingga Desember 2024 baru dimanfaatkan sekitar 912 Megawatt (MW). Dengan potensi tersebut, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin transisi energi di tingkat regional dan global, sehingga diperlukan strategi optimalisasi perencanaan tenaga listrik yang bersih dan andal.

Adsense

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan kerja sama dengan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), perusahaan patungan antara Trina Solar dan mitra lokal yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jawa Tengah. 

Berdiri sejak 2023, TMAI menjadi pabrik terintegrasi tier-1 pertama di Indonesia untuk produksi sel dan modul surya, dengan kapasitas awal 1 GWp per tahun dan rencana ekspansi hingga 3 GW dalam 2–3 tahun mendatang.

Baca juga : PLN EPI dan Pemkab Indramayu Kerja Sama Kembangkan Energi Biomassa

Kehadiran TMAI diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor komponen industri energi, mempercepat hilirisasi, dan membangun rantai pasok energi surya dalam negeri—baik secara horizontal (industri pendukung) maupun vertikal (produksi wafer, ingot silikon, dan smelter polisilikon).

Kerja sama ini juga mendukung target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, termasuk inisiatif PLTS desa melalui skema Koperasi Desa. Pemerintah menilai, investasi dan transfer teknologi dari produsen global seperti Trina Solar akan mempercepat pencapaian target tersebut.

Selain peningkatan kapasitas produksi sel dan modul surya, kerja sama dapat diperluas mencakup pemanfaatan teknologi terbaru, pengembangan solusi energi terintegrasi dari riset hingga implementasi, serta sistem penyimpanan energi berbasis Battery Energy Storage System (BESS).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense