Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RI–Brazil Jajaki Kerja Sama Bioenergi dan Transisi Energi Bersih
Kamis, 10 Juli 2025 15:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Brazil jadi incaran baru Indonesia untuk pengembangan energi bersih. Dalam lawatan kenegaraan ke Brasilia, Rabu (9/7), Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah kerja sama strategis, termasuk penguatan bioenergi, bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang ikut mendampingi menyebut Brazil sebagai mitra penting dalam transisi energi.
“Brazil telah membuktikan dirinya dalam pemanfaatan energi rendah karbon, pengalaman mereka menjadi referensi penting bagi Indonesia yang sedang mempercepat bauran energi bersih," ujar Bahlil dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (10/7/2025).
Menurut Bahlil, 88 persen pasokan listrik Brazil berasal dari sumber energi rendah karbon seperti tenaga air, angin, surya, dan bioenergi.
Baca juga : Pemprov DKI Wajibkan PIK Kelola Sampah Sendiri, Dilarang Bebani Bantargebang
Bahkan, negara itu menjadi produsen bioetanol terbesar kedua di dunia lewat inovasi berbasis tebu.
"Pengembangan bioetanol merupakan bagian dari strategi nasional untuk menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan dan inklusif. Selain mendukung transisi energi dan membuka peluang ekonomi baru di daerah, langkah ini juga selaras dengan potensi kerja sama bersama Brasil yang telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan bioenergi," jelasnya.
Presiden Prabowo juga menaruh perhatian terhadap keberhasilan Brazil di bidang biofuel dan sektor pertanian.
"Kami melihat keberhasilan anda (Brazil) dalam mengembangkan biofuel, dan saya pikir kami bertekad untuk mengejar kemajuan yang telah Anda capai," kata Prabowo kepada Presiden Lula.
Baca juga : Jakarta-Bekasi Jalin Kerja Sama Strategis Dan Perpanjangan Kontrak Bantar Gebang
Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmen dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Regulasi ini mengatur pengelolaan biofuel secara menyeluruh—dari produksi hingga distribusi ke sektor transportasi—dengan insentif bagi pelaku usaha.
"Permen ini menjadi landasan penting bagi kita dalam memperkuat ekosistem bioenergi nasional. Kerja sama dengan Brasil di bidang teknologi, riset, dan peningkatan kapasitas sangat potensial untuk mempercepat implementasi kebijakan ini di lapangan," lanjut Bahlil.
Uji pasar bioetanol juga telah dilakukan melalui produk Pertamax Green 95, yaitu bensin RON 95 yang dicampur 5 persen etanol (E5), yang mulai tersedia di beberapa SPBU Pertamina.
Baca juga : Mentari Tuntaskan Fase I: Inggris–Indonesia Mantapkan Transisi Energi Bersih
Sebagai informasi, kerja sama energi RI–Brasil telah diikat lewat Memorandum Saling Pengertian (MSP) sejak 2008.
Cakupannya mencakup kegiatan hulu-hilir, riset, pelatihan, pertukaran informasi, dan proyek bersama.
Kunjungan Prabowo kali ini diharapkan bisa mengaktifkan kembali implementasi teknis dari MoU tersebut.
Apalagi, nilai perdagangan bilateral kedua negara telah mencapai 6,34 miliar dolar AS pada 2024. Momentum ini dinilai strategis untuk memperdalam investasi, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra global dalam transisi energi hijau dan menghadapi krisis iklim dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya