BREAKING NEWS
 

Jelang HUT Ke-80 RI, Analis: Kabar Gembira IHSG Sentuh 8.000

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 15 Agustus 2025 11:50 WIB
IIlustrasi IHSG. Foto: Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan sejarah dengan menembus level 8.000 pada perdagangan jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Kenaikan ini disambut positif pelaku pasar yang menyebut setiap kenaikan indeks menjadi kabar baik.

“Setiap kenaikan harga saham maupun indeks selalu menjadi berita menggembirakan,” ujar Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, Jumat (15/8/2025).

Reza mengatakan lonjakan ini tak lepas dari dorongan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang menjadi motor penguatan pasar.

Baca juga : Jelang HUT Ke-80 RI, IHSG Dekati 8.000

Menurutnya, indeks LQ45 turut berperan dalam mendorong IHSG, mengingat komposisinya banyak diisi saham-saham perbankan.

“Jika saham-saham perbankan maupun big caps lainnya dalam LQ45 mengalami kenaikan harga, maka indeks LQ45 pun ikut menguat. Sebaliknya, ketika saham perbankan melemah, akan memberi tekanan,” ujarnya.

Reza menilai, kecenderungan pelemahan saham perbankan belakangan ini bisa jadi dipicu sentimen sektor keuangan, khususnya terkait pertumbuhan kredit yang masih belum tinggi.

Adsense

Namun, dia menegaskan bahwa peluang investasi tetap terbuka di sektor-sektor lain, tergantung sentimen yang berkembang.

Baca juga : Tiga Mantan Presiden Diundang HUT Ke-80 RI, Simbol Persatuan Bangsa

“Misalkan, ketika ada sentimen kenaikan harga komoditas emas, saham MDKA bisa menjadi pilihan. Atau, kalau ada berita peningkatan permintaan gas untuk industri, maka saham PGAS bisa dilirik,” paparnya.

Meski IHSG sudah menembus 8.000, Reza tetap mematok target realistis di rentang 7.200-7.800 untuk tahun ini. Menurutnya, kenaikan indeks idealnya didukung sentimen atau berita positif yang jelas, sehingga keputusan investor dalam bertransaksi berbasis analisis, bukan sekadar panik atau fear of missing out (FOMO).

“Penguatan IHSG wajar jika diikuti sentimen positif. Pelaku pasar biasanya memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk,” katanya.

Faktor pendukung lainnya adalah masuknya sejumlah saham ke indeks MSCI yang menambah sentimen positif. Namun, Reza mengingatkan, target 8.000 yang dicanangkan Bursa Efek Indonesia maupun Pemerintah hanya akan berkelanjutan jika diiringi penguatan saham big caps dan kondisi fundamental yang solid.

Baca juga : Jelang HUT RI Ke-80, Wamen Ossy Pastikan Komitmen Presiden Sejahterakan Rakyat

“Kalau kenaikan harga saham hanya permainan sementara, tidak diikuti fundamental, itu tidak sehat. Apalagi kalau kinerja semester I masih tumbuh moderat dan kondisi makro belum sepenuhnya membaik,” ucapnya.

Reza menambahkan, kenaikan IHSG tanpa dasar kuat tidak otomatis mencerminkan ekonomi yang kokoh. Menurutnya, ekonomi yang benar-benar kuat seharusnya mampu tumbuh di atas 6-7 persen, dengan dukungan peningkatan aktivitas industri, minimnya PHK, berkurangnya defisit APBN, daya beli masyarakat yang membaik, dan indikator positif lainnya.

“Selama indikator-indikator itu belum tumbuh signifikan, ya pertumbuhan kita masih biasa-biasa saja,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense