Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indikator Ekonomi Menggembirakan
Jelang HUT Ke-80 RI, IHSG Dekati 8.000
Jumat, 15 Agustus 2025 08:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang HUT ke-80 RI, indikator ekonomi menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Salah satunya, terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak hingga mendekati level 8.000.
Berdasarkan data RTI, Kamis (14/8/2025), IHSG ditutup naik 0,49 persen ke posisi 7.931,25. Sebanyak 345 saham menguat dan mengangkat IHSG. Memang ada 282 saham melemah dan 171 saham diam di tempat. Namun, hal ini tak membendung tren kenaikan IHSG.
Seharian kemarin, pasar saham begitu ramai. Total frekuensi perdagangan sebanyak 2.143.276 kali dengan volume perdagangan 42,1 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 18,7 triliun.
Di antara 11 sektor, saham teknologi melonjak 3,84 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Sektor saham kesehatan naik 1,38 persen, dan sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,60 persen. Sektor saham energi juga menguat dengan 0,45 persen, sektor saham consumer siklikal naik 0,55 persen, dan sektor saham transportasi naik 0,30 persen.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, level IHSG ini akan menjadi kado istimewa untuk HUT ke-80 RI dari investor. Capaian ini juga melewati level resistance tertinggi sepanjang masa indeks komposit yang mencapai 7.910 pada 19 September 2024.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, level indeks komposit saat ini merupakan refleksi dari optimisme investor terhadap pasar modal, kondisi makro ekonomi domestik, dan prospek perusahan tercatat. “Jika IHSG mencapai 8.000, itu adalah kado dari investor untuk Indonesia. Kadonya berbentuk kepercayaan,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca juga : Untuk Menjaga Stamina, Prabowo Berenang Sebelum Pidato Kenegaraan di Senayan
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan menyebut, kenaikan IHSG ke level 8.000 merupakan kabar gembira. Dengan indikator yang ada, IHSG bisa lebih baik lagi.
"Harusnya bisa lebih tinggi. Kan kita Presidennya baru, optimisnya baru,” kata Sugiyono, Kamis (14/8/2025) malam.
Menurutnya, jika perekonomian berjalan optimal, IHSG akan mampu melesat melampaui rekor saat ini. “Kalau ekonomi bagus, indeksnya juga akan tinggi,” imbuhnya.
Namun, dengan kenaikan belum setinggi yang diharapkan, menunjukkan adanya hambatan di beberapa sektor. “Berarti ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” imbuhnya.
Sugiyono mencontohkan, belanja barang dan jasa masih di bawah ekspektasi. Sektor ritel juga menunjukkan anomali karena di saat harga-harga tinggi, inflasi tercatat rendah. Selain itu, arus investasi belum maksimal.
Dia menekankan, secara historis, pergantian Presiden kerap menjadi momentum positif bagi pasar modal. “Biasanya kalau Presiden baru itu naik tinggi. Untuk selanjutnya memang ada penyesuaian, tapi biasa naiknya lebih tinggi daripada umumnya,” urainya.
Baca juga : Bupati Pati Dibina Gerindra
Sementara itu, ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Mervin Goklas Hamonangan menyebut, kenaikan IHSG hingga mendekati 8.000 mencerminkan sentimen baik investor terhadap saham-saham di Bursa, baik dari investor domestik maupun asing. Dia menyebut, kehadiran saham Indonesia dalam MSCI Global Standard sebagai indikasi bahwa pasar negara berkembang cukup menarik. Apalagi di tengah kabar bank sentral AS, The Fed, akan menurunkan suku bunga.
"Investor asing cenderung melirik Indonesia atas kondisi luar yang kian fluktuatif, termasuk kabar The Fed akan menurunkan suku bunga. Artinya, imbal hasil Indonesia semakin menarik," ungkapnya, Kamis (14/8/2025) malam.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai, capaian IHSG yang mendekati 8.000 merupakan sejarah baru pasar modal Indonesia. Menurutnya, angka ini mencerminkan kepercayaan tinggi investor terhadap perekonomian nasional di bawah kepemimpinan Prabowo.
"Indikator kepercayaan publik terhadap perekonomian, salah satunya bisa diukur dari pasar modal," ujar Misbakhun, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (14/8/2025).
Politisi Partai Golkar itu menilai, dari sisi politik, capaian ini menunjukkan pemerintah Presiden Prabowo mendapat kepercayaan dari pasar, investor, dan para pemilik modal. “Berinvestasi di Indonesia sangat menguntungkan. Imbal baliknya sesuai harapan investor. Ini jadi angin segar bagi para pembuat kebijakan di sektor keuangan,” kata Misbakhun.
Selain IHSG, indikator ekonomi lainnya yang menunjukkan kabar gembira adalah laporan Bada Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025 yang tembus 5,12 persen. Konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 4,97 persen secara tahunan. Angka tersebut berkontribusi 54,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan memiliki andil 2,64 persen dari total pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025.
Baca juga : Politik Uang, Dinasti, Dan Birokrasi Benalu Demokrasi
Tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi dalam konsumsi rumah tangga adalah makanan dan minuman (4,15 persen); transportasi dan komunikasi (6,48 persen); serta restoran dan hotel (6,77 persen).
Selain itu, investasi yang tumbuh 6,99 persen juga menjadi pembeda pada kuartal II-2025. Kategori mesin dan peralatan menjadi menjadi penopang dengan pertumbuhan 25,30 persen, diikuti bangunan dan struktur yang naik 4,89 persen. Peningkatan ini sejalan dengan masuknya barang modal untuk proyek-proyek strategis, serta dukungan sektor swasta yang lebih agresif dalam ekspansi bisnisnya.
Begitu juga dengan sektor ekspor-impor. Ekspor tumbuh 10,67 persen, sedangkan impor naik 11,65 persen. Lonjakan impor sebagian besar didorong oleh aktivitas front-loading dari mitra dagang yang mempersiapkan stok sebelum penerapan tarif timbal balik AS.
Sektor manufaktur, perdagangan, informasi dan komunikasi, serta konstruksi menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan. Menariknya, sektor jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi, yakni 11,31 persen yoy. MEN/BYU
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya