Sebelumnya
Keempat, mewujudkan pendidikan bermutu. Kata Prabowo, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global. Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20 persen, sekitar Rp 757,8 triliun di 2026,. “Terbesar sepanjang sejarah kita,” ujarnya.
Kelima, kesehatan berkualitas yang adil dan merata. Anggaran kesehatan 2026 dialokasikan Rp 244 triliun. Anggaran itu untuk memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Keenam, menghidupkan perekonomian rakyat melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketujuh, perkuat pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan modernisasi alat utama sistem pertahanan, dan memperkuat komponen cadangan. “Kita berdayakan industri strategis nasional serta kesejahteraan para prajurit patriot bangsa,” katanya.
Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil
Terakhir, kata dia, percepat investasi dan perdagangan global. Menurut dia, peran Danantara dan swasta harus semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi.
Untuk mendukung agenda pembangunan, Prabowo menargetkan belanja negara Rp 3.786,5 triliun dan pendapatan negara mencapai Rp 3.147,7 triliun. Sementara, defisit APBN dirancang Rp 638,8 trilun atau 2,48 persen Produk Domestik Bruto (PDB)
Selain menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, Prabowo juga targetkan inflasi di level 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Nasional (SBN) di kisaran 6,9 persen dan nilai tukar di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: MBG Bantu Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Mantan Menteri Pertahanan ini juga menargetkan, tingkat pengangguran terbuka 2026 turun ke 4,44 persen-4,96 persen, angka kemiskinan turun ke 6,5 persen-7,5 persen, Rasio Gini turun ke 0,377-0,380, serta Indeks Modal Manusia sebesar 0,57. “Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan meningkat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan komitmen Pemerintah melaksanakan efisiensi anggaran demi menekan defisit APBN sekecil mungkin.
“Harapan saya, cita-cita saya, suatu saat nanti, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” papar Prabowo.
Baca juga : Wamen Fajar Puji Prabowo
Di kesempatan sama, Ketua DPR Puan Maharani berharap, penyusunan APBN 2026 telah mempertimbangkan berbagai faktor global. "Dalam keterbatasan ruang fiskal dan ruang defisit yang ketat, Pemerintah harus dapat menetapkan prioritas belanja. Menjalankan kebijakan belanja yang efektif dan efisien," tutup Puan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.