BREAKING NEWS
 

Presiden Sampaikan Nota Keuangan 2026

Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen, Defisit Rp 636 Triliun

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 16 Agustus 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/25). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Keempat, mewujudkan pendidikan bermutu. Kata Prabowo, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global. Pemerintah berkomit­men memenuhi anggaran pendidikan 20 persen, sekitar Rp 757,8 triliun di 2026,. “Terbesar sepanjang sejarah kita,” ujarnya.

Kelima, kesehatan berkualitas yang adil dan merata. Anggaran kesehatan 2026 dialokasikan Rp 244 triliun. Anggaran itu untuk mem­perkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Keenam, menghidupkan pereko­nomian rakyat melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketujuh, perkuat pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan modernisasi alat utama sistem pertahanan, dan mem­perkuat komponen cadangan. “Kita berdayakan industri strategis nasional serta kesejahteraan para prajurit pa­triot bangsa,” katanya.

Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil

Terakhir, kata dia, percepat investasi dan perdagangan global. Menurut dia, peran Danantara dan swasta ha­rus semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi.

Untuk mendukung agenda pembangunan, Prabowo menargetkan belanja negara Rp 3.786,5 triliun dan pendapatan negara mencapai Rp 3.147,7 triliun. Sementara, defisit APBN dirancang Rp 638,8 trilun atau 2,48 persen Produk Domestik Bruto (PDB)

Selain menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, Prabowo juga targetkan inflasi di level 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Nasional (SBN) di kisaran 6,9 persen dan nilai tukar di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: MBG Bantu Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Mantan Menteri Pertahanan ini juga menargetkan, tingkat pengang­guran terbuka 2026 turun ke 4,44 persen-4,96 persen, angka kemiskinan turun ke 6,5 persen-7,5 persen, Rasio Gini turun ke 0,377-0,380, serta Indeks Modal Manusia sebesar 0,57. “Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo memastikan komitmen Pemerintah melaksanakan efisiensi anggaran demi menekan defisit APBN sekecil mungkin.

“Harapan saya, cita-cita saya, suatu saat nanti, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisit­nya sama sekali,” papar Prabowo.

Baca juga : Wamen Fajar Puji Prabowo

Di kesempatan sama, Ketua DPR Puan Maharani berharap, penyusunan APBN 2026 telah mempertimbang­kan berbagai faktor global. "Dalam keterbatasan ruang fiskal dan ruang defisit yang ketat, Pemerintah harus dapat menetapkan prioritas belanja. Menjalankan kebijakan belanja yang efektif dan efisien," tutup Puan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense