Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Permintaan Dunia Melonjak
Stok Emas Cukup, BSI Siap Penuhi Pesanan Nasabah
Sabtu, 16 Agustus 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memiliki cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan nasabah, meski saat ini investasi barang berharga itu sedang melonjak di dunia. Sebagai bank bulion (Bullion Bank), BSI mengaku sudah menetapkan target persediaan emas harian.
Persediaan emas dunia mulai menipis secara global akibat melonjaknya permintaan.
Persediaan cadangan emas BSI maksimal 50 kilogram (kg) per hari. Secara harian, BSI menyiapkan 15-20 kg cadangan emas.
Meski begitu, Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI telah menyiapkan persediaan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan nasabah.
“Stoknya kami maintain. Memang tidak terlalu banyak, yang penting begitu nasabah pesan, kami punya,” kata Anton saat ditemui Rakyat Merdeka, Rabu (13/8/2025).
Baca juga : Batam Jadi Pintu Ekspor Ke Pasar Asia Tenggara
Terkait stok, pihaknya telah meminta bagian treasury di BSI, untuk mengatur alur cadangan emas agar tidak menimbulkan market risk.
Anton membeberkan, BSI memiliki beberapa mitra pemasok emas untuk menjaga kecukupan cadangan emas. Mulai dari PT Antam Tbk hingga beberapa supplier lain, yang juga me-maintain kebutuhan penjualan atau bisnis emas BSI.
Sementara, Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar menyebut, transaksi pembelian emas di BSI sepanjang periode kuartal II-2025 melonjak 441 persen secara year on year (yoy).
“Seiring transaksi pembelian emas yang melonjak tersebut, saat ini emas batangan sangat diminati oleh masyarakat. Karena sifatnya yang safe haven dan wealth protector,” kata Wisnu.
Wisnu mengatakan, dengan pertumbuhan yang signifikan tersebut, total gramasi pembelian emas di BSI mencapai 693 kg, dengan total transaksi mencapai 238 ribu kali.
Baca juga : Sekolah Negeri Jangan Jualan Seragam Dong
“Potensi bank bulion ini sangat besar, sekarang tinggal bagaimana demand perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Apalagi emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat.
Menurut Wisnu, BSI fokus memperkuat inklusi bank emas agar masyarakat mudah mendapatkan logam mulia secara fisik maupun digital.
Menyoal ini, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, bagi Indonesia, keberadaan bank bulion semakin meningkatkan kontribusi masyarakat dalam peningkatan investasi emas.
Namun, warning-nya, penipisan cadangan emas dunia adalah konsekuensi logis dari tren permintaan global yang meningkat pesat.
Baca juga : Dinda Putri Maharani, Tampil Memikat Di Secret Number
Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar dan kondisi ekonomi global yang kompleks, yang menuntut pengelolaan strategis cadangan emas. Serta inovasi dalam investasi dan produksi emas.
“Khususnya untuk menjaga stabilitas pasar dan keberlanjutan sumber daya,” jelas Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sementara, tambah Ibrahim, dampak keberadaan bank bulion terhadap cadangan emas baru akan terasa dalam tiga tahun mendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya