Sebelumnya
Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae turut mengimbau perbankan di Indonesia untuk secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunga kredit, mengikuti tren penurunan suku bunga acuan BI yang kini berada di level 5,0 persen.
“Penyesuaian tersebut penting agar tetap sesuai dengan kondisi pasar, menjaga rasio keuangan yang sehat, dan menghindari persaingan bunga yang tidak sehat,” jelas Dian dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk M Ashidiq Iswara mengamini, pihak perbankan akan melakukan penyesuaian bunga akibat penurunan BI Rate tersebut secara hati-hati. Dan tentunya, dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas internal, dinamika pasar, serta arah kebijakan moneter.
Namun Ashidiq memastikan, Bank Mandiri akan terus menjaga peran intermediasi secara sehat dan selektif. Khususnya dalam mendukung sektor-sektor produktif yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Baca juga : Industri Hijau Kunci Ekonomi Capai 8 Persen
“Penyesuaian suku bunga kredit dan simpanan akan kami lakukan secara prudent,” kata Ashidiq dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka, Kamis (21/8/2025).
Ossy-sapaan Ashidiq menuturkan, kebijakan BI menurunkan BI Rate sebagai langkah akomodatif yang selaras dengan kebutuhan menjaga stabilitas, di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik.
“Penyesuaian ini diharapkan dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap memperhatikan inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang relatif stabil,” jelasnya.
Chief Economist PT Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan BI rate tersebut menggambarkan, bahwa inflasi dan ekspektasinya tetap well-anchored.
Baca juga : Bedeng Proyek Galian Makan Separuh Jalan
“Rupiah stabil bahkan menguat sepanjang Agustus, dan kondisi di pasar uang yang mengindikasikan potensi penurunan suku bunga,” kata Josua kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Josua menuturkan, pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5 persen dengan kredit tumbuh tinggi single digit.
Untuk itu Josua melihat, pemangkasan 25 bps akan mendukung transmisi ke suku bunga kredit, tanpa mengganggu stabilitas.
Apalagi, imbuhnya, BI tetap mempertahankan bauran kebijakan (triple intervention, serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia/SRBI, Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia/SVBI.
Baca juga : 104 Daerah Naikkan Pajak Bumi dan Bangunan, Tito Turun Tangan
“Dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia/SUVBI) untuk meredam tekanan arus modal maupun nilai tukar,” pungkas Josua. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.