BREAKING NEWS
 

IBC Gaspol Siapkan Indonesia Economic Summit 2026

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 28 Agustus 2025 06:33 WIB
Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesian Business Council (IBC) tancap gas menyiapkan gelaran akbar Indonesia Economic Summit (IES) 2026.

Forum strategis ini bakal digelar pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, dengan tema “Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity”.

IES 2026 dirancang jadi panggung kumpul pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, sampai pakar global. Targetnya jelas: melahirkan kolaborasi dan langkah konkret biar ekonomi Indonesia makin inklusif dan berdaya saing.

Baca juga : Wamen Todotua Ajak Mahasiswa Trisakti Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

“IES 2026 menyatukan pemerintah, pemimpin bisnis, dan pakar global untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan memperkuat daya saing Indonesia. Forum ini dirancang untuk menjadi corong bagi para pemimpin bisnis Indonesia, untuk menyampaikan masukan dalam penyempurnaan kebijakan dan mendorong tercapainya good economic governance,” kata Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis yang diterima RM.id, Kamis (28/8/2025).

Chief Executive Officer IBC Sofyan Djalil, menegaskan kekuatan IES 2026 ada pada integrasi pemikiran dan aksi nyata.

Adsense

Setiap sesi dirancang menghasilkan solusi implementatif lewat task force lintas sektor, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), sampai project matchmaking.

Baca juga : FIFGROUP Borong 3 Penghargaan 18th Indonesia PR of The Year 2025

“Sesi dalam IES difokuskan untuk menghasilkan solusi konkret, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan strategis, sehingga posisi Indonesia semakin kokoh di tengah ketidakpastian global. Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum dan regulasi yang konsisten, lebih lanjut, harmonisasi kebijakan antar-kementerian dan penguatan kemitraan publik-swasta menjadi kunci untuk menarik minat investasi,” ujar Sofyan.

Isu-isu yang bakal dibahas di forum ini cukup panas. Mulai industrialisasi dan investasi berkualitas, talenta dan adopsi kecerdasan buatan, transisi energi dan pasar karbon, sampai diversifikasi ekspor dan ketahanan rantai pasok.

“Sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar, Indonesia perlu memperkuat daya saingnya di tingkat global. IES 2026 akan menjadi wadah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud, serta untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah regional dan global,” tambah Arsjad.

Baca juga : SIMC Dukung DePA-RI Suarakan Indonesia Ratifikasi Konvensi Mediasi

Selain forum utama, program “IBC in Action” juga bakal digulirkan. Isinya inisiatif nyata hasil studi IBC, dari pengelolaan sampah, peningkatan kesejahteraan pekerja migran, sampai pembangunan strategis lainnya.

“Dengan semua inisiatif ini, kami berharap IES 2026 dapat menjadi sebuah platform kredibel bagi pemerintah dan dunia usaha untuk merumuskan agenda strategis, menciptakan solusi konkret, membangun ekosistem berkelanjutan, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional agar Indonesia mampu bersaing secara efektif di tingkat regional maupun global melalui mekanisme monitoring dan knowledge sharing yang terjadi,” tutup Arsjad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense