Dark/Light Mode

Bappenas-Uni Eropa Luncurkan Indonesia Blue Economy Index 2025

Kamis, 7 Agustus 2025 15:07 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Rachmat Pambudy (kanan) menyerahkan Pedoman Blue Food Assessment (BFA) dan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) kepada Stephane Francois Mechati, Charge d’ Affaires Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia (kiri) pada acara Peluncuran Blue Food Assessment (BFA) dan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto Uni Eropa)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Rachmat Pambudy (kanan) menyerahkan Pedoman Blue Food Assessment (BFA) dan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) kepada Stephane Francois Mechati, Charge d’ Affaires Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia (kiri) pada acara Peluncuran Blue Food Assessment (BFA) dan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto Uni Eropa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa dalam rangka memperkuat arah pembangunan Ekonomi Biru di Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional secara resmi meluncurkan hasil penyelarasan dan pengembangan kajian Blue Food Assessment (BFA) serta skor terbaru Indonesia Blue Economy Index (IBEI).

Kedua kajian ini tidak hanya menyajikan data dan temuan strategis mengenai peran pangan akuatik dalam sistem pangan nasional. Namun juga bertujuan mensosialisasikan capaian dan tantangan sektor kelautan kepada para pemangku kepentingan lintas sektor.

Baca juga : Makin Jaya Di Pasar, Sejumlah Merek Sabet Brand Indonesia Excellence Award 2025

“Melalui BFA dan IBEI, kami menekankan pentingnya integrasi pangan akuatik sebagai bagian dari transformasi sistem pangan di Indonesia dan indeks ekonomi biru yang berperan untuk menilai capaian pembangunan ekonomi di sektor biru, sebagai alat ukur yang komprehensif dan berbasis data dalam menilai kinerja pembangunan sektor biru, khususnya ekonomi di Indonesia secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis ekosistem,” jelas Menteri Rachmat Pambudy saat meluncurkan Blue Food Assessment dan Indonesia Blue Economy Index 2025, Rabu (6/8/2025).

Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Uni Eropa (EU), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Stanford University, Microsave Consulting (MSC), dan mitra pembangunan lainnya merancang BFA untuk mengidentifikasi dan memetakan kondisi pangan akuatik di Indonesia yang berkontribusi dalam menciptakan sistem pangan akuatik.

Baca juga : Pertamina Lubricants Tampilkan Inovasi Pelumas Di INAMARINE 2025

Sementara, IBEI untuk mengukur ketercapaian pembangunan ekonomi biru yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

“Uni Eropa bangga mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan ekonomi biruyang berkelanjutan dan inklusif melalui rangkaian inisiatif seperti Blue Food Assessment dan Indonesia Blue Economy Index," kata Stephane Francois Mechati, Charge d’ Affaires (Kuasa Usaha) Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Baca juga : 25 Perusahaan Raih Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025

Menurutnya, pengukuran berbasis data ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk memperkuat proses perancangan kebijakan berbasis bukti dengan tujuan melindungi keanekaragaman hayati laut, mendorong mata pencaharian masyarakat pesisir, dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi.

"Kami percaya bahwa kerja sama strategis antara Uni Eropa di bidang maritim akan memperkuat ketahanan laut, merealisasi industri perikanan yang berkelanjutan, dan turut mendorong pertumbuhan hijau dan berkontribusi pada tujuan kolektif global terkait iklim dan keanekaragaman hayati," tutup Mechati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.