BREAKING NEWS
 

PLN EPI Dorong Ekosistem Biomassa untuk Capai Target 3 Juta Ton

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 5 September 2025 05:59 WIB
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam sambutannya di Workshop bertajuk Bioenergi - Biomass Bussiness Opportunity, Optimalisasi Peluang Usaha Bagi Pengusaha Muda yang digelar oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara (ASPEBINDO) bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ambhara Hotel, Jakarta, Kamis (28/8/2025).. (Dok PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat transformasi energi melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyebut biomassa menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) dan Net Zero Emission (NZE) nasional.

“Tahun ini, target kami mencapai 3 juta ton biomassa. Angka ini setara dengan kurang lebih 3 persen dari volume batu bara yang dikelola PLN dan berpotensi mengurangi emisi hingga 3,3 juta ton CO2e per tahun,” ujar Rakhmad dalam keterangan resmi PLN EPI, Kamis (4/9/2025).

Menurut dia, PLN EPI memastikan ketersediaan pasokan energi seiring pertumbuhan permintaan di sektor kelistrikan.

Tahun ini, pasokan batu bara ditargetkan mencapai 99,76 juta ton, sementara pasokan gas diproyeksikan 1.329 BBTUD atau hampir 40 persen dari kebutuhan nasional.

PLN EPI juga mengembangkan infrastruktur energi seperti regasifikasi LNG dan penguatan logistik bahan bakar minyak.

Baca juga : PLN EPI Optimistis Target 3 Juta Ton Biomassa 2025 Tercapai

Untuk mendukung green energy, PLN EPI tengah membangun rantai pasok biomassa nasional yang efisien dengan melibatkan berbagai mitra di seluruh Indonesia.

Program pemanfaatan biomassa dijalankan melalui cofiring di 52 PLTU, sejalan dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2023.

“Tingkat cofiring disesuaikan dengan tipe boiler, mulai dari 10 persen untuk pulverized coal hingga 70 persen untuk tipe stoker. Cara ini adalah salah satu langkah cepat untuk menurunkan emisi,” jelas Rakhmad.

Volume pemanfaatan biomassa meningkat signifikan, dari 312 ribu ton pada 2021 menjadi 1,8 juta ton pada 2024.

Adsense

“PLN EPI optimistis target 3 juta ton biomassa pada 2025 dapat tercapai,” tambah Rakhmad.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi biomassa mencapai 130 juta ton per tahun yang bersumber dari limbah pertanian, industri, dan hutan tanaman energi.

Baca juga : Wujudkan Asta Cita, DPD RI Dorong Pembangunan Jasela untuk Pemerataan Ekonomi

PLN EPI berambisi mengembangkan ekosistem biomassa nasional tidak hanya untuk kebutuhan kelistrikan, tetapi juga untuk industri dan peluang ekspor.

“Kami mempelopori model ekosistem biomassa terpadu, mulai dari pengumpulan bahan baku, sub-hub, hingga main hub dengan fasilitas mixing dan quality control. PLN EPI siap menjadi pelopor biomassa nasional,” tegasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara (ASPEBINDO) sekaligus Sekjen BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Komisaris PLN EPI, Anggawira, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transisi energi.

“HIPMI siap ikut serta dalam pengembangan biomassa, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Potensinya luar biasa,” kata Anggawira.

Ia juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan dunia usaha menjelang Musyawarah Nasional HIPMI.

“Indonesia butuh lebih banyak pengusaha tangguh untuk mengoptimalkan potensi biomassa,” ujarnya.

Baca juga : Sukses Di PON XXI, Desi Bidik SEA Games Sebagai Target Berikutnya

Pemerintah menempatkan biomassa sebagai elemen strategis dalam peta jalan transisi energi menuju NZE 2060 atau lebih cepat.

Target penurunan emisi Indonesia sebesar 358 juta ton CO2e pada 2030 dinilai masih realistis, dengan kontribusi sektor energi mencapai 147 juta ton pada 2024.

Hingga semester I-2025, bauran energi baru terbarukan nasional tercatat 15,2 persen, dengan biomassa sebagai salah satu kontributor terbesar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense