RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 100,49 poin atau 1,28 persen ke level 7.766,84 pada perdagangan Senin (8/9/2025).
Sepanjang perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.231.184 kali dengan volume 36,65 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 20,15 triliun.
Baca juga : Kinerja KAI Moncer Di Paruh Pertama 2025, Laba Bersih Naik 7,7 Persen
Padahal, hingga penutupan sesi I pukul 15.30 WIB, IHSG sempat berada di zona positif dengan penguatan 0,58 persen atau naik 45,60 poin ke level 7.912,94. Namun, tekanan jual meningkat pada sesi kedua hingga indeks berbalik ke zona merah.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu sikap wait and see investor menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Open Market Committee (FOMC), yang akan digelar pada 16–17 September 2025. Pertemuan ini akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Baca juga : IHSG Dibuka Menghijau 15,68 Poin Ke 7.951,86
Sementara, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, pelemahan IHSG juga dipengaruhi pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani.
“Dinamika pergantian Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan menyebabkan IHSG langsung berada di zona merah dari zona positif,” ujar Nafan.
Baca juga : IHSG Jatuh Ke Zona Merah, Terkoreksi Ke 7.902 Di Sesi I
Sri Mulyani sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sejak 2016. Ia kini digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.