BREAKING NEWS
 

Pertamina Pakai Teknologi Elektrolisis Modern Produksi Green Hydrogen Di Ulubelu

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 10 September 2025 13:42 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO) memulai babak baru pengembangan energi bersih di Indonesia dengan meresmikan Pilot Project Green Hydrogen (Hidrogen Hijau) Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (9/9/2025).

Fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi hingga ±100 kilogram green hydrogen per hari dengan tingkat efisiensi 82–88 persen, menggunakan teknologi elektrolisis membran modern (Anion Exchange Membrane/AEM). Teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi menegaskan, proyek ini merupakan batu loncatan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global.

Baca juga : Pertamina Groundbreaking Pilot Plant Green Hydrogen Di Ulubelu

“Melalui proyek ini, PGE menggabungkan panas bumi dengan teknologi elektrolisis modern untuk menghasilkan green hydrogen yang efisien dan berkelanjutan. Kami ingin menjadikan Ulubelu sebagai pusat inovasi yang bisa direplikasi di wilayah panas bumi lain, sekaligus membuka peluang pemanfaatan untuk transportasi rendah karbon dan industri,” jelas Julfi.

Ia menambahkan, fasilitas ini tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga mendorong hilirisasi produk turunan.

Adsense

“Groundbreaking ini adalah pijakan awal PGE untuk membangun rantai bisnis hijau yang lebih luas. Ke depan, peta jalan kami mencakup pengembangan green ammonia dan green methanol sebagai solusi energi dan bahan baku industri masa depan,” tambahnya.

Baca juga : Pertamina Salurkan Energi Bersih Ke 25 Ha Lahan Pertanian Di Kalijaran

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi bisnis PGE menuju beyond electricity dan beyond business, dengan menjadikan panas bumi sebagai fondasi rantai pasok energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menekankan, proyek ini menunjukkan peran strategis Pertamina Group dalam mendukung agenda nasional transisi energi.

“PGE sebagai bagian dari Pertamina Group menjadi pionir dalam menghadirkan inovasi energi bersih berbasis panas bumi. Proyek Green Hydrogen Ulubelu ini adalah kontribusi penting dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Fadjar.

Baca juga : Panglima Kopassus Puji Alutsista Produksi PT Len Industri

Acara groundbreaking turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu, serta Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU.

Turut hadir pula Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy Norman Ginting, jajaran direksi, mitra strategis, akademisi, serta mitra kerja dari dalam dan luar negeri.

Dengan groundbreaking ini, PGE menandai langkah awal pembangunan ekosistem green hydrogen nasional. Proyek Ulubelu bukan hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata menuju target Net Zero Emission 2060.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense