Dark/Light Mode

Pertamina Pamerkan Rig Merah Putih-SAF Di KSTI 2025

Minggu, 10 Agustus 2025 14:00 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 menjadi ajang unjuk kontribusi nyata PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat ekosistem riset, teknologi, dan industri menuju ketahanan energi nasional. 

Digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang meninjau berbagai inovasi dalam negeri, termasuk teknologi unggulan karya Pertamina.

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi simbol kuat dukungan negara terhadap penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai pilar “Indonesia Emas 2045”. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Kolaborasi SAF di Sektor Aviasi

“Saya ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pemain utama dalam teknologi dan industri global,” ujar Presiden, saat mengunjungi booth teknologi nasional, termasuk “Katalis Merah Putih” hasil kolaborasi Pertamina dan ITB.

Dalam KSTI 2025, Pertamina menampilkan sejumlah inovasi strategis karya anak bangsa. Salah satunya adalah Rig Merah Putih, rig pengeboran migas buatan dalam negeri hasil kolaborasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan PT Pindad (Persero). Rig ini diharapkan menjadi ujung tombak swasembada energi nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menegaskan, rig ini mencerminkan semangat kemandirian bangsa dan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Selain itu, PDSI juga menyerahkan bantuan alat laboratorium kepada Program Studi Teknik Perminyakan ITB, sejalan dengan komitmen terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Baca juga : Surabaya Jadi Host Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 FIVB 2025

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza menegaskan, Pertamina tidak hanya fokus pada bisnis hidrokarbon, tetapi juga aktif mengembangkan energi hijau dan teknologi berkelanjutan.

Beberapa program unggulan yang dipaparkan antara lain pengembangan bioethanol dari molase, sorgum, dan nira aren, serta produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak goreng bekas (UCO). Kilang Pertamina di Cilacap, Dumai, dan Balongan kini tengah mengolah bahan bakar ramah lingkungan ini.“Kami menargetkan Indonesia menjadi hub produksi SAF untuk kawasan ASEAN, dengan membangun ekosistem nasional pengumpulan used cooking oil,” jelas Oki.

Pertamina dan ITB juga menandatangani nota kesepahaman strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini mencakup pengembangan SDM, riset energi, hingga penguatan kapasitas industri. “Katalis Merah Putih” yang telah mencapai tahap komersialisasi menjadi salah satu hasil konkrit kerja sama ini.

Baca juga : Pertamina EP Pastikan Pasokan Gas Ke Konsumen Di Subang Sudah Normal

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyambut, baik kehadiran Presiden Prabowo. Menurutnya, dukungan langsung kepala negara menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi.

Dengan semangat kolaborasi, keberlanjutan, dan kemandirian, Pertamina menegaskan perannya sebagai penggerak utama transformasi energi Indonesia, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.