Dark/Light Mode

Maroko Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Atlas Lions Muda Tempa Mental Juara

Kamis, 16 Juli 2026 06:15 WIB
Pelatih timnas Maroko Mohamed Ouahbi. (Foto: Instagram/ouahbimohamed)
Pelatih timnas Maroko Mohamed Ouahbi. (Foto: Instagram/ouahbimohamed)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Maroko di Piala Dunia 2026 terhenti di babak perempat final setelah kalah 0-2 dari Prancis. Namun, kekalahan itu tak membuat tim Atlas Lions larut dalam kekecewaan. 

Federasi Sepak Bola Maroko bersama pelatih Mohamed Ouahbi langsung mengalihkan fokus pada penyusunan proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030, ketika mereka menjadi salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal. 

Proyek tersebut tidak hanya bertujuan mempertahankan prestasi yang telah diraih di Piala Dunia 2026. Ouahbi ingin membangun pondasi yang lebih kokoh melalui regenerasi pemain, peningkatan kualitas permainan, serta memanfaatkan turnamen-turnamen besar di Afrika sebagai tahapan penting sebelum tampil dihadapan publik sendiri pada 2030. 

Menurut Ouahbi, pencapaian hingga babak perempat final harus menjadi titik awal untuk membangun tim yang lebih tangguh dalam empat tahun ke depan. 

Ia menilai skuad Maroko saat ini memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang masih bisa berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. “Kami memiliki tim muda yang ingin terus berkembang.

Baca juga : Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Toleransi Agama

Kami mempunyai banyak pemain bertalenta yang akan membuat kami terus bertumbuh,” kata Ouahbi seperti dikutip dari Reuters, kemarin. 

Pelatih berusia 49 tahun itu menegaskan status sebagai tuan rumah bukan jaminan meraih kesuksesan. Karena itu, seluruh agenda internasional dalam empat tahun mendatang akan dimanfaatkan untuk membentuk karakter dan mental juara para pemain. 

Menurut Ouahbi, Piala Afrika menjadi bagian penting dari peta jalan menuju Piala Dunia 2030. Ia ingin anak asuhnya terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar sekaligus membuktikan kualitas mereka di level kontinental sebelum bersaing dengan negara-negara terbaik dunia. 

“Kami harus lebih dulu lolos ke Piala Afrika, lalu memenangkannya. Kami perlu mengambil langkah mundur sejenak dan memastikan kami memiliki tim yang mampu melahirkan mimpi bagi masa depan. Kami harus memenangkan gelar agar tahu bahwa kami berada di jalur yang benar,” ujarnya. 

Ouahbi meyakini keberhasilan di level Afrika akan menjadi indikator bahwa Maroko benar-benar siap menghadapi tantangan yang lebih besar. 

Baca juga : Luna Maya, Akhir Tahun Siap Hamil

Dia tidak ingin timnya hanya dikenal sebagai kuda hitam, tetapi berkembang menjadi salah satu kandidat juara dunia. 

Pelatih yang sebelumnya sukses menangani tim kelompok usia Maroko itu juga mengingatkan bahwa tantangan di Piala Dunia jauh berbeda dibandingkan turnamen regional. Menurutnya, keberagaman karakter lawan menuntut persiapan yang jauh lebih matang, baik secara teknis maupun mental. 

“Piala Afrika bukan Piala Dunia. Karakter kompetisinya berbeda, begitu juga gaya bermain lawan-lawannya. Jika Anda tidak terbiasa menghadapi berbagai gaya permainan dan tidak mempersiapkan diri untuk Piala Dunia, Anda bisa tersingkir dengan sangat cepat,” katanya. 

Meski gagal menembus semifinal, Maroko tetap meninggalkan catatan membanggakan. Atlas Lions menjadi negara Afrika pertama yang mampu mencapai babak perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Konsistensi itu memperlihatkan bahwa keberhasilan mereka bukan lagi sekadar kejutan, melainkan hasil dari pembinaan yang mulai membuahkan hasil. 

Target berikutnya bahkan jauh lebih besar. Piala Dunia 2030 akan digelar di Maroko, Spanyol, dan Portugal sebagai tuan rumah utama. 

Baca juga : Inggris vs Argentina, Gol ”Tangan Tuhan” Masih Menghantui

Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia. 

Bermain di kandang sendiri membuat ekspektasi publik terhadap Atlas Lions semakin tinggi. Maroko berharap dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadi negara Afrika pertama yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.