Sebelumnya
Penyumbang terbesar untuk pendapatan Antam berasal dari sektor emas, dengan kontribusi sebesar 84 persen dari total pendapatan tersebut atau sekitar Rp 49,7 triliun.
Terakhir, adalah sektor bauksit yang menyumbang sebesar 3 persen atau sekitar Rp 1,5 triliun.
Dari sisi cadangan emas mencapai sebesar 805 juta dry metric ton (dmt) dengan sumber daya sebesar 5,583 miliar dmt.
Untuk bauksit, Antam mencatat cadangan sebesar 198 juta wmt, dengan sumber daya sebesar 553 juta wmt.
Baca juga : Regulator Gas Rusak, Jangan Dianggap Sepele
Selanjutnya, laba periode berjalan yang meningkat signifikan sebesar 240 persen atau mencapai sebesar Rp 5,14 triliun, dibandingkan dengan capaian laba periode berjalan pada periode enam bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.
Selaras dengan capaian laba periode berjalan, emiten berkode saham ANTM ini mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada semester pertama 2025 sebesar Rp 7,11 triliun, alias meningkat signifikan 194 persen dibandingkan EBITDA periode sebelumnya sebesar Rp 2,42 triliun.
“Kami juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan kembali mencetak rekor penjualan emas triwulanan tertinggi sepanjang sejarah pada triwulan kedua tahun 2025,” katanya.
Terpisah, Pengamat pasar komoditas sekaligus Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, bahwa emas dunia akan melanjutkan kenaikan, yang didorong oleh kondisi geopolitik yang masih berlanjut dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca juga : Meski Basah Kuyup, Pemain Tetap Semangat & Happy
“Harga emas berpeluang naik selama empat tahun ke depan, terutama selama masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,” tutur Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Ibrahim, dalam jangka waktu empat tahun kemungkinan besar masih akan ada perang dagang.
Tak hanya itu, dirinya juga melihat data-data ketenagakerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi, yang membuat Bank Sentral akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan di bulan September.
Ibrahim juga menyoroti perkembangan terkait ketegangan antara Pemerintahan Trump dengan The Fed, di mana Gubernur Lisa Cook dalam tekanan untuk lengser.
Baca juga : Prabowo Tunjukkan Kecintaan ke Qatar
Hal ini, katanya, sukses telah membuat ketegangan tersendiri.
Karena selama ini eksekutif tidak boleh dicampur dalam urusan Bank Sentral.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.