Dark/Light Mode

Saham Antam Layak Dikoleksi

Harga Emas Diramal Terus Meroket 4 Tahun Ke Depan

Minggu, 14 September 2025 06:30 WIB
Harga emas akan terus meroket empat tahun ke depan. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)
Harga emas akan terus meroket empat tahun ke depan. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Penyumbang terbesar untuk pendapatan Antam berasal dari sektor emas, dengan kontri­busi sebesar 84 persen dari total pendapatan tersebut atau sekitar Rp 49,7 triliun.

Terakhir, adalah sektor bauksit yang menyumbang sebesar 3 persen atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Dari sisi cadangan emas men­capai sebesar 805 juta dry metric ton (dmt) dengan sumber daya sebesar 5,583 miliar dmt.

Untuk bauksit, Antam men­catat cadangan sebesar 198 juta wmt, dengan sumber daya sebesar 553 juta wmt.

Baca juga : Regulator Gas Rusak, Jangan Dianggap Sepele

Selanjutnya, laba periode ber­jalan yang meningkat signifikan sebesar 240 persen atau men­capai sebesar Rp 5,14 triliun, dibandingkan dengan capaian laba periode berjalan pada pe­riode enam bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.

Selaras dengan capaian laba periode berjalan, emiten berkode saham ANTM ini mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada semester pertama 2025 sebesar Rp 7,11 triliun, alias meningkat signifikan 194 persen dibanding­kan EBITDA periode sebelumnya sebesar Rp 2,42 triliun.

“Kami juga mencatat pertum­buhan yang signifikan, dengan kembali mencetak rekor pen­jualan emas triwulanan tertinggi sepanjang sejarah pada triwulan kedua tahun 2025,” katanya.

Terpisah, Pengamat pasar komoditas sekaligus Direktur Utama PT Laba Forexindo Ber­jangka Ibrahim Assuaibi mem­perkirakan, bahwa emas dunia akan melanjutkan kenaikan, yang didorong oleh kondisi geopolitik yang masih berlanjut dan eks­pektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca juga : Meski Basah Kuyup, Pemain Tetap Semangat & Happy

“Harga emas berpeluang naik selama empat tahun ke depan, teru­tama selama masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,” tutur Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Ibrahim, dalam jangka waktu empat tahun kemungkinan besar masih akan ada perang dagang.

Tak hanya itu, dirinya juga me­lihat data-data ketenagakerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi, yang membuat Bank Sentral akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan di bulan September.

Ibrahim juga menyoroti per­kembangan terkait ketegangan an­tara Pemerintahan Trump dengan The Fed, di mana Gubernur Lisa Cook dalam tekanan untuk lengser.

Baca juga : Prabowo Tunjukkan Kecintaan ke Qatar

Hal ini, katanya, sukses telah membuat ketegangan tersendiri.

Karena selama ini eksekutif tidak boleh dicampur dalam urusan Bank Sentral.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.