RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait fasilitas money market line dan layanan kustodian.
“Dengan membuka market line bersama CIMB Niaga, kami berharap pengelolaan likuiditas menjadi lebih longgar, sehingga bisa saling menguntungkan,” ucap Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi dalam acara penandatangan MoU keduanya di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Koko melanjutkan, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam strategi partnership dan pengelolaan aset Bank Aladin Syariah, sekaligus membuka ruang sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua institusi perbankan terkemuka tersebut.
Dengan dukungan infrastruktur dan kapabilitas CIMB Niaga, Koko optimistis, kerja sama ini dapat menghadirkan sinergi yang konstruktif.
“Mulai dari memperluas jangkauan pasar, memperkaya ragam produk keuangan syariah, hingga meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas,” ujarnya.
Dia menekankan, kolaborasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua institusi, tetapi juga berkontribusi pada penguatan stabilitas sistem keuangan nasional secara berkelanjutan.
Baca juga : Prudential Syariah Raih 2 Penghargaan, Perkuat Inovasi dan Akses Proteksi Syariah
Di kesempatan yang sama, Direktur Sharia Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara menambahkan, kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan digital dan syariah di Indonesia yang terus berkembang.
Pandji menekankan, sebagai bank yang memiliki produk dan layanan yang lengkap di bidang treasury dan layanan kustodian, CIMB Niaga siap mendukung Bank Aladin Syariah dalam menyediakan layanan yang optimal kepada nasabahnya. Termasuk pasar uang, obligasi, valuta asing, dan remitansi.
“Kolaborasi dengan Bank Aladin Syariah merupakan langkah sinergis yang sejalan dengan purpose kami, Advancing Customers & Society,” tuturnya.
Pandi mengatakan, dengan kapabilitas dan infrastruktur layanan terkini, pihaknya siap menjadi mitra terpercaya dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri perbankan digital di Indonesia.
Bank Aladin Syariah membawa kapabilitas teknologi dan kedekatan dengan nasabah digital, sementara CIMB Niaga memiliki infrastruktur kuat, pengalaman panjang dalam transaksi money market syariah, serta layanan kustodian yang andal.
Sinergi ini hadir di tengah momentum positif kinerja Bank Aladin Syariah. Pada semester I 2025, Bank Aladin Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 83,1 miliar.
Baca juga : Bank Syariah Nasional Resmi Hadir, Ini Jajaran Pengurus Direksinya
Kinerja ini mencerminkan strategi pertumbuhan yang solid, terukur, dan konsisten, sekaligus mempertegas posisi Bank Aladin Syariah sebagai bank digital syariah yang agile dan visioner.
Pengelolaan Likuiditas
Sementara itu, Koko mengatakan, dalam menghadapi kondisi ekonomi yang kini menunjukkan penurunan suku bunga dan likuiditas pasar yang mulai longgar, Bank Aladdin Syariah berencana merespons dengan penyesuaian kebijakan pembiayaan dan bagi hasil pada kuartal III-2025.
“Hal ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan likuiditas yang hati-hati, mengingat bank mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan,” ujar Koko.
Terutama, dengan fokus membangun ekosistem yang kuat, misalnya dengan kerja sama yang terjalin saat ini bersama Alfamat dan pihak lainnya.
Koko menambahkan, dalam hal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Aladdin Syariah mengadopsi dua strategi utama. Yakni digital onboarding untuk mempermudah akuisisi nasabah baru dan layanan prioroty banking secara offline khususnya di wilayah Jabodetabek.
“Meskipun persaingan untuk dana murah sangat ketat, bank ini tetap menjaga pricing bunga kompetitif di kisaran 8 hingga 9 persen,' ujarnya.
Baca juga : Istana Siapkan War Ticket Tambahan Upacara Kemerdekaan, Buka Sampai Besok
Bank Aladdin Syariah juga optimistis terhadap potensi besar UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem Alpha yang mereka kembangkan.
“UMKM-nya luar biasa besar dan belum semua bisa kami sentuh, tapi kami sangat optimis bisa mengoptimalkan potensi tersebut,” katanya.
Saat ini, Bank Aladdin Syariah memiliki DPK sekitar Rp 8,78 triliun dengan target pertumbuhan kredit dan DPK di kisaran 8-10 persen pada tahun 2025. Komposisi dana simpanan berupa tabungan diperkirakan berkisar antara 15-25 persen dari total DPK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.