Dark/Light Mode

Tiga Target Dan Lima Strategi Pengendalian Kusta

Sabtu, 28 Juni 2025 15:14 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara kita merupakan satu dari tiga penyumbang kasus kusta terbanyak di dunia, yaitu Brazil, India dan Indonesia. Tentu upaya lebih keras harus dilakukan guna mencapai eliminasi kusta, dengan harapan Zero New Cases, Zero Disabilities, dan Zero Stigma di bumi tercinta ini, apalagi dalam menyongsong Indonesia Emas mendatang.

Setidaknya lima upaya yang perlu dilakukan. Pertama adalah digiatkannya surveilans aktif guna menemukan kasus secara cepat. Kita tahu bersama bahwa surveilans adalah tulang punggung pengendalian penyakit menular apapun juga, tentu termasuk kusta ini.

Baca juga : KPK: OTT di Sumut Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan

Sesudah surveilans, atau bahkan sejalan dengan surveilans, maka perlu upaya kedua, yaitu deteksi dini yang harus diikuti dengan pengobatan cepat dengan Multi-Drug Therapy (MDT) selama 6 hingga 12 bulan. 

Lalu upaya ketiga, kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah dengan kasus kusta yang tinggi. Yang tidak kalah pentingnya adalah upaya keempat, berupa edukasi dan promosi kesehatan untuk mengurangi stigma serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Baca juga : Ngaku Tak Punya Kedekatan, Hasto Tak Penuhi 2 Undangan Harun Masiku

Kelima, last but not least, jelas harus ada kolaborasi lintas sektor guna mempercepat eliminasi kusta secara komprehensif.

Sejalan dengan akan diselenggarakannya Kongres Kusta Internasional di Bali maka kita perlu menggunakan momentum Kongres Internasional ini untuk memperkuat program pengendalian kusta di negara kita. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.