RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar dan menengah agar mampu bersaing di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Kadin Indonesia bertema “Menuju Pendidikan Indonesia Berstandar Global: Usulan Kebijakan untuk Penguatan Pendidikan Dasar dan Menengah” di RGE Lounge, Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Fajar menekankan, era Revolusi Industri 4.0 dan percepatan teknologi digital telah mengubah wajah dunia kerja, sehingga menuntut lulusan dengan kompetensi critical thinking, creativity, communication, collaboration, serta literasi digital dan global.
Baca juga : Terima Serikat Pekerja Di Senayan, Puan Pastikan Perlindungan Buruh
“Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi. Namun tantangan serius tetap ada: IPM kita masih peringkat 112 dunia, APK pendidikan tinggi hanya 32 persen, dan 842 ribu pengangguran terdidik masih menghantui. Ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan dasar dan menengah harus diperkuat agar menjadi fondasi kokoh bagi generasi masa depan,” ujar Fajar.
Ia juga memaparkan capaian Program Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan anggaran Rp 181,72 triliun. Di antaranya: revitalisasi 15.523 satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran di 285 ribu sekolah, kenaikan tunjangan profesi guru non-ASN menjadi Rp 2 juta per bulan bagi 785 ribu guru, serta Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjangkau 18,5 juta siswa dengan anggaran Rp 13,5 triliun. Selain itu, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) senilai Rp59,3 triliun diberikan kepada lebih dari 50 juta peserta didik.
“Capaian ini adalah bukti bahwa pemerintah serius menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata. Namun tanpa dukungan dunia usaha, transformasi pendidikan akan berjalan lambat,” tambahnya.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Wajib Belajar 13 Tahun Butuh Dukungan Semua Pihak
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan, Shinta Widjaja Kamdani menegaskan, dunia usaha siap menjadi mitra strategis pemerintah.
“Kadin percaya bahwa kualitas sumber daya manusia adalah kunci daya saing nasional. Dunia usaha siap mendukung melalui investasi pendidikan, beasiswa, penyediaan teknologi, hingga program magang. Yang terpenting, kerja sama internasional harus memberi nilai tambah nyata bagi sekolah-sekolah kita, bukan sekadar membawa label asing,” ujar Shinta.
Fajar juga mengingatkan kembali hakikat pendidikan sebagaimana disampaikan Kuntowijoyo, yakni menghadirkan dimensi transendensi, liberasi, dan humanisasi untuk mewujudkan manusia seutuhnya.
Baca juga : Titi Anggraini: Bukti Lemahnya Komitmen Parpol Dan Lembaga Pemilu
FGD ini dihadiri pemangku kepentingan dari pemerintah, universitas, asosiasi sekolah, hingga sektor swasta. Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan aplikatif dan berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas sekolah menuju standar global.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga sekolah dan universitas. Tetapi jika kita berjalan bersama, cita-cita pendidikan Indonesia berstandar global bukanlah sekadar wacana, melainkan kenyataan,” tegas Fajar.
Ia juga menutup sambutan dengan menegaskan komitmen Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti yang mendorong Partisipasi Semesta sebagai ruang kolaborasi seluruh pihak demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.