BREAKING NEWS
 

Dari Ladang Energi, Cahaya Ilmu Menyala

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 7 Oktober 2025 16:45 WIB
Direktur Politeknik Akamigas Palembang, Amiliza Miarti (tengah), Manager Communication, Junior Community Development Officer Zona 4 Rama Sanjayakiri (kiri) dan Media Relations Officer Zona 4, Indrika Eko Sriyatini kanan. (Foto: Fazry/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Energi bukan sekadar minyak dan gas. Di tangan yang tepat, energi bisa menjelma menjadi cahaya pengetahuan — menyalakan semangat, menggerakkan mimpi, dan mengubah masa depan anak bangsa.

Di tengah deretan pipa baja dan nyala api di kepala sumur, ada cahaya lain yang kini bersinar dari Palembang. Bukan bara dari ladang migas, melainkan semangat anak-anak muda yang menyalakan masa depan lewat ilmu energi.

Suasana ruang Politeknik Akamigas (Akademi Minyak dan Gas Bumi) Palembang siang itu terasa hangat.

Sejumlah wartawan mengikuti media tour yang digelar oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). Di hadapan para tamu, Direktur Politeknik Akamigas Palembang Amiliza Miarti berbicara dengan penuh keyakinan.

“Sinergi dan kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana energi bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama program beasiswa ini terus berlanjut, meneteskan anak bangsa yang berprestasi,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Amiliza menegaskan, semangat pendidikan yang digerakkan Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan PHE, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam aspek pembangunan nasional, ketahanan, dan transisi energi.

“Banyak anak bangsa yang harus dibantu untuk membangun masa depan yang cerah,” tambahnya.

Beasiswa dari Energi untuk Masa Depan

Sejak dimulai pada 2014, Program Beasiswa Non-Ikatan Dinas SKK Migas–PHR Zona 4 telah melahirkan 91 penerima manfaat dari wilayah kerja perusahaan (WKP).

Program ini memberikan dukungan penuh biaya pendidikan jenjang Diploma 3 (D3) bagi putra-putri daerah berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca juga : Dua Langkah Lagi, Garuda Mentas Di Piala Dunia

Para penerima beasiswa berasal dari lima lapangan operasi utama PHR Zona 4, yaitu Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, dan Ramba. Dari total 61 alumni yang telah lulus, 58 orang atau 95 persen telah bekerja di berbagai sektor energi dan pertambangan nasional, termasuk di PT Kilang Pertamina Internasional, PT Elnusa Petrofin, dan PT OKI Pulp and Paper Mills.

“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen PHR dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di industri migas maupun sektor lainnya. Melalui pendidikan, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi ikut merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Communication, Relations & CID PHR Regional 1.

Menurut Iwan, proses seleksi beasiswa dilakukan secara transparan oleh Politeknik Akamigas Palembang melalui delapan tahap, mulai dari pendaftaran mandiri, seleksi administrasi, tes potensi akademik (TPA) dan psikotes, hingga medical check-up (MCU) di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih.

“Penerima beasiswa juga kami pantau secara berkala agar tetap disiplin, berprestasi, dan berperilaku sesuai nilai-nilai perusahaan. Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas,” katanya.

Energi yang Mencerdaskan Bangsa

Iwan menegaskan, program beasiswa ini bukan sekadar program sosial, tetapi investasi jangka panjang dalam mencetak talenta energi masa depan.

“Kami tidak hanya menyalurkan energi, tapi juga menyalakan semangat generasi muda agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Iwan.

Junior Community Development Officer Zona 4 Rama Sanjaya (kiri-pegang mic). (Foto: Fazry/RM.id)

Ia menambahkan, semangat “energizing” itu adalah napas dari setiap program PHR. “Kemandirian energi nasional tidak akan terwujud tanpa sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pendidikan vokasi seperti ini menjadi pilar penting dalam membangun energi berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini, lanjut Iwan, memastikan anak-anak muda di sekitar wilayah operasi mendapatkan pendidikan gratis tanpa terikat dinas. “Semua proses seleksi dilakukan transparan. Kami ingin memastikan penerima beasiswa benar-benar siap menjadi penggerak energi masa depan,” tegasnya.

Laboratorium di Akamigas. (Foto: Fazry/RM.id)
Adsense

Salah satu penerima beasiswa angkatan ke-7, Wirando Soleh Putra, kini berkarier sebagai Operator 1 RPM Fuel di Kilang Pertamina International (KPI) RU3 Plaju.

Baca juga : Pakar: LNG Bali Jadi Bagian Strategi Transisi Energi Nasional

Ia mengaku program ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Berasal dari keluarga sederhana di Desa Perugi Darat, Wirando awalnya sempat menunda kuliah karena keterbatasan ekonomi meski telah diterima di perguruan tinggi negeri.

"Saya sempat ingin langsung bekerja setelah lulus SMA karena kondisi keluarga, tapi kemudian melihat peluang beasiswa dari PHR. Alhamdulillah saya lolos dan bisa kuliah di Politeknik Akamigas Palembang," ujarnya.

Selama menjadi penerima beasiswa, Wirando aktif mengikuti berbagai pelatihan teknis hingga meraih sertifikasi ahli keselamatan dan kesehatan kerja (Ahli K3 Umum).

“Kuliah di Akamigas banyak mengajarkan kami tentang industri pengolahan minyak. Semua itu relevan dengan pekerjaan sekarang,” tutur Wirando.

Ia bercerita tentang rutinitasnya memantau fasilitas produksi dan memastikan kualitas minyak yang diolah. “Semua berawal dari ilmu yang saya pelajari di kampus,” ujarnya bangga.

Wirando (kedua kiri). (Foto: Fazry/RM.id)

Dari Kampus ke Lapangan: Energi Tak Pernah Padam

General Manager (GM) Zona 4, Djudjuwanto, melihat peran kampus sebagai mitra penting dalam mencetak tenaga profesional migas masa depan.

“Lulusan Akamigas banyak yang berprestasi. Walau bukan ikatan dinas, dengan kerja keras dan kemauan belajar, mereka bisa menjadi orang hebat yang dibanggakan masyarakat,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Menurut Djudjuwanto, wilayah operasi Zona 4 seperti Prabumulih dan Palembang adalah area yang penuh tantangan. Banyak fasilitas produksi yang sudah mature (tua), namun semangat inovasi membuat produktivitas tetap terjaga.

“Kalau produksi bisa naik meski fasilitasnya tua, berarti orang-orangnya yang luar biasa. Di situlah letak energi sesungguhnya — bukan hanya di bawah tanah, tapi juga di dalam diri mereka yang bekerja dengan hati,” katanya.

Baca juga : Dari Warga untuk Negara

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara dunia industri dan pendidikan. Energi tidak akan bertahan tanpa ilmu, dan ilmu tidak akan hidup tanpa semangat.

"Karena itu, kolaborasi antara stakeholder, LSM, media, kampus, dan perusahaan seperti ini harus terus dijaga,” tambahnya.

Menghidupkan Energi, Menyalakan Harapan

Bagi Amiliza Miarti, keberhasilan para alumni menjadi bukti pentingnya sinergi antara industri dan pendidikan.

“Tantangan terbesar kami adalah keterbatasan pengajar. Karena itu kami mengundang praktisi industri untuk mengajar langsung, agar mahasiswa kuat secara kompetensi. Dukungan dari PHR dan SKK Migas sangat berarti,” jelasnya.

Kampus pun terus memperluas kerja sama beasiswa lintas sektor, termasuk di energi berbasis sawit.

“Sawit pun bisa dimanfaatkan di bidang energi,” tambah Amiliza.

Melalui dukungan industri, kampus ini bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi juga menyalakan harapan. Seperti kata Amiliza, “Kalau sudah berusaha, yakin ada tempat untuk kita.”

Kini, di balik nyala api ladang migas, ada cahaya lain yang tak kalah terang, cahaya pengetahuan, dedikasi, dan masa depan anak bangsa yang terus berenergi untuk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense