RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menjalin kerja sama dengan tiga mitra asal Jepang. Kerja sama ini untuk mengembangkan sistem transmisi listrik hijau berskala besar.
Penandatanganan Joint Statement dilakukan di Paviliun Indonesia pada World Expo 2025 Osaka, Sabtu (11/10/2025), antara Bappenas, Sumitomo Corporation, Kansai Electric Power Co, Ltd, dan Summit Niaga Indonesia. Kolaborasi ini menandai dimulainya studi bersama (joint study) pengembangan Green-Enabling Super Grid di Indonesia.
Inisiatif strategis tersebut bertujuan memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional, mempercepat integrasi energi terbarukan, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Inisiatif Green-Enabling Super Grid merupakan simbol kemitraan konkret antara Indonesia dan Jepang dalam mendukung pertumbuhan rendah karbon, transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menekankan transformasi ekonomi hijau dan ketahanan iklim,” ujar Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10/2025).
Baca juga : Pram: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua Orang
Green-Enabling Super Grid akan menjadi sistem transmisi berkapasitas tinggi yang menghubungkan wilayah penghasil energi terbarukan dengan kawasan dengan kebutuhan energi tinggi di seluruh Indonesia.
Proyek ini juga mendukung kebijakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC).
Dari pihak Jepang, Kansai Electric Power Co, Ltd. akan berkontribusi dengan pengalaman dalam pengembangan sistem transmisi bawah laut HVDC (High Voltage Direct Current) di Jepang dan Eropa.
“Hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata komitmen bersama untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan jangka panjang dan transisi energi Indonesia. Dengan pengalaman Kansai Electric Power dalam sistem transmisi bawah laut HVDC di Jepang dan Eropa, kami optimistis dapat berkontribusi nyata pada pengembangan Green-Enabling Super Grid di Indonesia,” jelas Head of Asset Management Global Business Unit, Global EX Division Kansai Electric Power Co, Ltd, Masahiko Umesaki, Sabtu (11/10/2025).
Kansai Electric Power telah menjadi mitra Indonesia selama lebih dari lima dekade. Melalui proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala, serta kerja sama dengan Medco Power Indonesia.
Baca juga : Belum Pastikan Sidang In Absentia, Kejagung Fokus Buru MRC
Sebagai mitra utama, Sumitomo Corporation akan berperan dalam pengembangan proyek energi berskala besar dan mobilisasi investasi global.
Adapun Summit Niaga Indonesia berfungsi sebagai penghubung strategis yang memperkuat jejaring kemitraan dan dukungan teknis di tingkat nasional.
Kementerian PPN/Bappenas akan memimpin koordinasi kebijakan dan sinkronisasi hasil studi agar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, serta memastikan manfaat langsung bagi penguatan sistem energi dan pengembangan ekonomi hijau Indonesia.
Penandatanganan tersebut bagian dari rangkaian kegiatan Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, yang menjadi ajang diplomasi ekonomi, inovasi teknologi dan kolaborasi pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan Paviliun Indonesia ditutup pada 13 Oktober 2025 dengan capaian lebih dari 3,5 juta pengunjung. Melampaui target 2,8 juta pengunjung, serta mencatatkan komitmen investasi lebih dari 28,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 470.42, triliun (Kurs Rp 16.550 per dolar AS).
Baca juga : Wakil Eropa Pertama Yang Lolos Ke Piala Dunia 2026, Inggris Sapu Bersih Lawan
Komitmen itu berasal dari kegiatan forum bisnis dan pertemuan one-on-one yang menghasilkan 36 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), 15 surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI), dua perjanjian usaha patungan (Joint Venture Agreement), satu pernyataan bersama (Joint Statement), satu perjanjian pengakuan bersama (Mutual Recognition Agreement), serta sebelas kesepakatan jual beli paket wisata.
Lebih dari 244 kegiatan Paviliun Indonesia terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak. Termasuk kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah dan pelaku usaha. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.