RM.id Rakyat Merdeka - Napas ekonomi Indonesia dalam setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, terlihat makin plong. Setidaknya, hal ini tercermin dari surplus neraca perdagangan Indonesia, yang mencatat rekor terbesar dalam tiga tahun terakhir (sejak 2022) pada Agustus 2025, dengan angka 5.488 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sebagaimana dilaporkan NEXT Indonesia Center.
"Neraca perdagangan (trade balance) adalah salah satu termometer paling penting untuk mengukur napas ekonomi suatu negara," kata Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko kepada RM.id, Sabtu (18/10/2025).
Dia menjelaskan, naik turunnya neraca perdagangan memberikan sinyal tentang kekuatan industri, nilai tukar, daya beli, dan arah kebijakan ekonomi.
Melebarnya surplus perdagangan pada Agustus 2025 - saat nilai ekspor mencapai 25 miliar dolar AS, sementara impor 19,5 miliar dolar AS - dapat menjadi sinyal bahwa sektor produksi dan ekspor terbilang kompetitif, industri kuat, dan penerimaan devisa bertambah.
"Di tengah ketidakpastian global, neraca perdagangan kita justru mencatat rekor positif. Ini menandakan kebijakan ekonomi pemerintah telah berhasil membawa indikator-indikator utama ekonomi nasional ke arah yang positif,” terang Christiantoko.
Baca juga : Pakar Nilai Tahun Pertama Prabowo–Gibran Jadi Titik Balik Kebangkitan Nasional
Tak cuma napas ekonomi yang makin plong, stabilitas ekonomi domestik dalam satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran juga ikut menguat. Fakta ini tercermin dari kinerja pasar modal. Kapitalisasi pasar modal Indonesia pertama kali menembus Rp 15.000 triliun pada Maret 2025, tertinggi di Asia Tenggara.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses mencetak sejarah dengan melampaui angka Rp 8.000, tepatnya Rp 8.214 pada penutupan 16 Oktober 2025.
Christiantoko berpendapat, pertumbuhan IHSG ini menunjukkan optimisme para investor terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Investor tampak yakin dengan stabilitas politik dan arah kebijakan pemerintah.
“Pasar modal merupakan sektor yang sensitif terhadap sentimen dan kebijakan. Namun kenyataannya, meski terjadi pergantian Menteri Keuangan, IHSG tetap stabil bahkan cenderung menguat. Ini menandakan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional semakin kokoh,” paparnya.
Christiantoko mengapresiasi langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang fokus mendorong penyaluran dana ke sektor riil. Langkah itu terbukti efektif menggerakkan perekonomian. Terlebih, masih banyak dana masyarakat yang selama ini menganggur atau belum termanfaatkan secara produktif.
Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Kerja Naik Tiga Kali Lipat
“Pemerintah perlu memastikan uang yang beredar benar-benar menggerakkan sektor riil. Dengan begitu, roda perekonomian dapat berputar lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Jaga Keberlanjutan Surplus
Menurut Christiantoko, Pemerintah perlu menempuh tiga langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan surplus perdagangan dan meningkatkan pendapatan negara.
Pertama menjaga konsistensi kebijakan investasi. Dalam konteks ini, Pemerintah harus memperkuat iklim investasi yang terukur, termasuk memperbaiki peringkat Ease of Doing Business (EoDB) melalui kemudahan perizinan, efisiensi birokrasi, dan ketersediaan energi untuk produksi.
Kedua, mendorong transparansi dan akurasi sistem kepabeanan. Christiantoko mengingatkan, dalam dua dekade terakhir masih terjadi praktik mis-invoicing atau kecurangan dalam perdagangan internasional yang cukup besar.
"Berdasarkan data 2014-2023, praktik under-invoicing ekspor diperkirakan mencapai 40 miliar dolar AS per tahun, sedangkan over-invoicing mencapai sekitar 25 miliar dolar AS per tahun," beber Christiantoko.
Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 83 Persen Rakyat Puas
Ketiga, meningkatkan peran investor domestik. Porsi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan III-2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam 18 tahun terakhir, dengan angka 58,88 persen. Melampaui capaian Triwulan II-2007.
“Dominasi pengusaha lokal yang semakin percaya diri menjadi tanda bahwa struktur ekonomi nasional semakin tangguh. Ini momentum penting untuk memperkuat ekonomi dalam negeri,” pungkas Christiantoko.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.