Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Kerja Naik Tiga Kali Lipat
Jumat, 17 Oktober 2025 10:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penciptaan lapangan kerja dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meningkat signifikan hingga tiga kali lipat, mencapai 665 ribu lapangan kerja. Angka ini jauh melampaui capaian pada periode awal pemerintahan sebelumnya yang berada di bawah 200 ribu per kuartal.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, capaian tersebut menunjukkan hasil positif dari kebijakan ekonomi dan investasi pemerintah yang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penciptaan kerja dan pemerataan ekonomi nasional.
“Dari sisi capaian kualitatif, kuartal II kemarin mampu menciptakan 665 ribu lapangan kerja. Ini kalau dibandingkan dengan lima tahun lalu yang hanya sekitar 220 ribu, naik sekitar tiga kali lipat,” ujar Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Waskita Garap Irigasi Rp318,54 Miliar Di Sumsel
Menurutnya, peningkatan signifikan ini tak lepas dari peran investasi yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, investasi saat ini bukan hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin inklusif dan merata.
“Kalau dilihat dari sisi capaian investasi selama satu tahun pemerintahan ini, peningkatannya luar biasa. Lima tahun lalu, di awal 2021, nilainya masih di sekitar Rp200 triliun. Kini meningkat 2,5 kali lipat,” jelasnya.
Susiwijono menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong investasi agar manfaatnya dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai, dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga : Prabowo Bongkar 1.000 Tambang Dan 5 Juta Hektare Sawit Ilegal
“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjadikan investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Saat ini, komponen terbesar PDB masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Ke depan, investasi diharapkan memberi kontribusi positif lebih besar, dengan multiplier effect yang menjangkau berbagai sektor,” katanya.
Pemerintah, lanjutnya, akan memastikan pertumbuhan ekonomi ke depan berjalan berkeadilan dan berkelanjutan, di mana investasi tidak hanya terpusat di kota besar tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan di daerah.
“Investasi adalah kunci percepatan ekonomi nasional. Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen, kita harus memastikan investasi tetap menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia,” tutup Susiwijono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya