RM.id Rakyat Merdeka - PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan perannya sebagai garda terdepan transformasi energi nasional dengan menyabet enam penghargaan bergengsi dalam ajang Penghargaan Subroto 2025.
Raihan ini menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasional, meningkatkan efisiensi, dan memacu pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai pilar utama transisi energi di Indonesia.
Penghargaan Subroto, yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), merupakan apresiasi tertinggi bagi para pelaku industri yang berkontribusi nyata dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral.
Penganugerahan tahun ini, yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, pada 27 Oktober 2025, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 dan penanda dukungan terhadap agenda Asta Cita Pemerintah menuju ekonomi hijau dan keberlanjutan.
PLN Nusantara Power mencatatkan prestasi gemilang dengan enam penghargaan di empat bidang strategis: Keselamatan Ketenagalistrikan, Efisiensi Energi, Bioenergi, serta Aneka Baru dan Energi Terbarukan (EBT).
Capaian ini menempatkan PLN NP sebagai subholding pembangkitan dengan raihan terbanyak di PLN Grup. Fokus pada Nilai Tambah dan Kedaulatan Energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam pidatonya, menekankan bahwa fokus pembangunan sektor energi nasional kini bergeser pada penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi dan transisi energi berkelanjutan.
Baca juga : Pertamina Borong 11 Penghargaan Soebroto, Dirut Apresiasi Pejuang Energi
Program kelistrikan dan pengembangan EBT, katanya, harus menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian dan kedaulatan energi.
“Pemerintah mendorong reaktivasi sumur migas idle, pembangunan infrastruktur gas, serta pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi menuju Net Zero Emission,” ujar Bahlil Lahadalia dalam sambutannya.
Pernyataan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan transisi energi sebagai prioritas.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyambut apresiasi tersebut sebagai hasil dedikasi seluruh insan PLN NP.
Penghargaan ini, menurutnya, adalah pengingat akan tanggung jawab ganda perusahaan: menghadirkan listrik yang aman dan efisien, sekaligus mengawal transisi energi.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus menghadirkan pembangkitan yang aman, efisien, dan berkelanjutan. PLN Nusantara Power akan terus menjadi katalis utama transisi energi di Indonesia,” ujar Ruly Firmansyah.
Keandalan dan Inovasi Ramah Lingkungan
Raihan penghargaan ini menjadi cermin implementasi prinsip keandalan dan keberlanjutan di lapangan.
Baca juga : Pertamina Group Raih 11 Penghargaan Soebroto 2025 Dari ESDM
Di bidang Keselamatan Ketenagalistrikan, tiga unit operasional PLN NP—PLTU Paiton 1, 2, dan 9, PLTGU Muara Karang, serta PLTA Besai—dianugerahi penghargaan karena berhasil menerapkan standar keselamatan tertinggi.
Unit-unit ini dinilai unggul dalam menjaga keandalan operasi melalui sistem manajemen keselamatan ketenagalistrikan yang terintegrasi, termasuk digitalisasi pemantauan risiko dan pelatihan berbasis kompetensi.
Sementara itu, inovasi di bidang Efisiensi Energi diukir oleh PLTGU Muara Karang. Unit ini menorehkan capaian luar biasa melalui berbagai optimasi performa turbin gas, sistem pendingin, dan digitalisasi heat rate management.
Keberhasilan ini secara langsung berdampak pada peningkatan efisiensi pembangkitan sekaligus menurunkan intensitas emisi karbon. Komitmen pada energi hijau juga nyata.
Di bidang Bioenergi, PLTU Paiton turut meraih penghargaan. Puncak prestasi EBT diraih oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), anak perusahaan hasil kolaborasi antara PLN NP dan Masdar (UAE).
PMSE dianugerahi penghargaan di bidang Aneka Baru dan Energi Terbarukan atas kontribusinya dalam pembangunan dan pengoperasian PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp.
Proyek ini kini diakui sebagai proyek energi surya terapung terbesar di Asia Tenggara dan menjadi simbol konkret kolaborasi internasional serta inovasi energi bersih di Indonesia.
Baca juga : PHI Borong Empat Penghargaan di Media Relations Awards 2025 SPS
Menuju Net Zero Emission 2060 Ruly Firmansyah menambahkan, PLN NP akan terus memperkuat transformasinya dengan fokus pada peningkatan efisiensi, digitalisasi operasi, serta percepatan pengembangan EBT di berbagai wilayah.
Langkah ini bertujuan menjadikan PLN NP sebagai perusahaan energi masa depan. Melalui inovasi teknologi ramah lingkungan, perusahaan secara aktif mendukung strategi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Penerapan teknologi rendah karbon dan digitalisasi sistem pembangkitan menjadi langkah konkret menekan emisi gas rumah kaca dan memperluas akses energi bersih yang andal.
“Kami bukan hanya pembangkit listrik, tetapi juga pembangkit harapan bagi masa depan energi Indonesia yang berdaulat, berkelanjutan, dan hijau,” tutup Ruly Firmansyah.
Penghargaan Subroto sendiri diambil dari nama Prof. Subroto, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978–1988, sebagai simbol dedikasi terhadap pengabdian dan inovasi di bidang energi nasional.
Sebagai subholding pembangkitan terbesar, PLN Nusantara Power mengelola kapasitas pembangkitan lebih dari 18.304 MW, bertekad memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan sistem ketenagalistrikan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.