BREAKING NEWS
 

GAPKI Gelar IPOC 2025 di Bali, Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Sawit Nasional

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 28 Oktober 2025 19:47 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) akan kembali menggelar The 21st Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook (IPOC 2025) pada 12–14 November 2025 di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Dengan tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”, konferensi ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat tata kelola dan daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah dinamika perdagangan global dan kebijakan energi hijau yang semakin kompleks.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nabati global.

Sektor ini bukan hanya menjadi tulang punggung ekspor nonmigas, tetapi juga sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pelaku usaha di wilayah perkebunan.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menilai penyelenggaraan IPOC 2025 merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Baca juga : DPD Award 2025 Angkat Kiprah Tokoh Daerah Ke Panggung Nasional

“Forum ini menjadi wadah untuk membahas arah industri kelapa sawit ke depan, khususnya upaya mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global,” ujar Eddy di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Konferensi yang telah memasuki tahun ke-21 ini akan menghadirkan tokoh nasional dan pakar internasional, antara lain Thomas Mielke dari Oil World yang akan memaparkan tren harga minyak nabati global, Julian McGill dari Glenauk Economics yang membahas dinamika makroekonomi, serta Ryan Chen dari Cargill Investments China yang mengulas prospek ekonomi Tiongkok terhadap industri sawit.

Dorab Mistry dari Godrej International Ltd. juga akan menyampaikan proyeksi harga minyak sawit dunia tahun mendatang.

Adsense

Selain para analis pasar global, IPOC 2025 turut menghadirkan pembicara kebijakan publik seperti Pietro Paganini yang akan membahas strategi industri dalam menjawab isu keberlanjutan dan regulasi internasional.

Dari dalam negeri, Eddy Abdurrachman dan Andri Hadi akan memaparkan arah kebijakan serta diplomasi sawit Indonesia. Adapun Dr. M. Fadhil Hasan dan Oscar Tjakra akan menyoroti rantai pasok, kebijakan energi, serta prospek investasi jangka panjang.

Baca juga : LAN dan J.CLAIR Perkuat Kolaborasi Daerah Hadapi Krisis Iklim Global

Kehadiran para pembuat kebijakan nasional turut memperkuat bobot forum ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dijadwalkan menjadi pembicara kunci.

Mereka akan membahas peta jalan industri sawit menuju Indonesia Emas 2045, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump serta implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap daya saing sawit Indonesia.

Ketua Panitia IPOC 2025 Mona Surya menyebutkan, forum ini diharapkan menjadi investasi strategis bagi pelaku industri dalam memahami arah masa depan sektor minyak sawit global.

“Seluruh rancangan penyelenggaraan IPOC ini diharapkan menjadi masukan penting bagi para pelaku industri sawit nasional,” ujar Mona.

GAPKI menargetkan lebih dari 1.500 peserta dari kalangan pengusaha, pembuat kebijakan, analis, dan investor dari berbagai negara akan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Baca juga : INARI Expo 2025 Jadi Magnet Inovasi Dan Teknologi Nasional

Selain konferensi, IPOC 2025 juga akan menghadirkan pameran industri sawit yang menampilkan inovasi teknologi, produk, dan layanan dari sektor hulu hingga hilir.

Kegiatan ini menjadi ruang sinergi untuk memperkuat jaringan bisnis berkelanjutan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin industri minyak sawit dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense