BREAKING NEWS
 

Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 31 Oktober 2025 18:09 WIB
Foto: BI

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi digital di daerah dinilai berperan penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, daya saing, serta inklusivitas ekonomi dan keuangan. Digitalisasi disebut menjadi jembatan untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia.

Isu tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (31/10). Agenda ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang menempatkan transformasi digital sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pada hari kedua gelaran FEKDI x IFSE 2025, Bank Indonesia meluncurkan Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi P2DD (KATALIS P2DD), sebuah program konkret untuk memperkuat efisiensi, transparansi, dan inklusivitas layanan publik. Program ini menjadi wadah sinergi lintas daerah dan pusat pengetahuan (knowledge hub) bagi peningkatan kapasitas SDM pemerintah daerah, literasi fiskal masyarakat, perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi, serta penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, strategi akselerasi digitalisasi pembayaran difokuskan pada perluasan akseptasi dan inovasi digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran untuk mendukung ketahanan ekosistem ekonomi keuangan digital (EKD), serta menjaga stabilitas infrastruktur pembayaran nasional.

Baca juga : Ara: Jawa Barat Jadi Role Model Program Perumahan Nasional

“Keberhasilan langkah ini menuntut peran bersama industri, Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait. Masa depan sebagai ikhtiar kita. Melalui FEKDI x IFSE 2025, mari kita wujudkan ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang berdaya tahan, inklusif, inovatif, dan berdaulat,” ujar Perry.

Perry menambahkan, percepatan digitalisasi keuangan daerah terus menunjukkan hasil positif. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) semester I 2025, di mana sebanyak 91,8 persen pemerintah daerah (501 dari 546 Pemda) telah berada di tahap digital.

Adsense

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam sesi Leaders’ Insightmenegaskan pentingnya pembangunan ekonomi digital yang berpusat pada manusia (human-centered digital economy).

“Kita harus memastikan transformasi digital menyentuh aspek literasi, memperluas akses, dan membangun kapasitas manusia. Tujuannya agar masyarakat semakin berdaya dan memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Muhaimin.

Baca juga : Industri Agro Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, penguatan digitalisasi di daerah memerlukan dua langkah utama, yakni peningkatan literasi digital aparatur pemerintah daerah dan penyeragaman arah serta standar implementasi digitalisasi secara nasional.

Masih dalam rangkaian kegiatan FEKDI x IFSE 2025, digelar Casual Talk bertema “Transformasi Digital Sistem Pembayaran di Sektor Transportasi untuk Meningkatkan Inklusivitas dan Digitalisasi Daerah.” Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa berbagai inovasi terus dikembangkan, seperti QRIS, BI-FAST, eksplorasi Central Bank Digital Currency (CBDC), serta fitur baru QRIS TAP.

Saat ini, 13 provinsi telah mengadopsi QRIS TAP untuk moda transportasi seperti DAMRI dan Trans di berbagai daerah. Setelah diluncurkan pada 30 Oktober 2025, fitur Tap In Tap Out juga telah diterapkan di lima moda utama Jabodetabek, yakni KRL, Transjakarta, MRT, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek.

“Transformasi digital sistem pembayaran merupakan perjalanan berkelanjutan menuju sistem keuangan yang inklusif, efisien, dan tangguh. Ini tidak hanya soal adopsi teknologi, tapi juga penyelarasan nilai, kebijakan, dan kolaborasi antarpihak,” ujar Filianingsih.

Baca juga : Epiroc Dukung Transformasi Industri Pertambangan Berkelanjutan

Di kesempatan lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menegaskan pentingnya pelindungan konsumen sebagai fondasi utama ekosistem keuangan digital. Melalui program Gerakan Bersama Pelindungan Konsumen (GEBER-PK) dengan slogan “Peduli, Kenali, Adukan”, Bank Indonesia berkomitmen menghadirkan sistem pelindungan yang komprehensif di tengah pesatnya inovasi dan transaksi digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense