BREAKING NEWS
 

PGN Bangun Titik Injeksi Biomethane Di Pagardewa, Perkuat Transisi Energi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 November 2025 10:07 WIB
Stasion Kompresor Gas Pagardewa PGN di Sumatera Selatan. (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membangun titik injeksi (injection point)biomethane di Pagardewa, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari pengembangan proyek strategis energi terbarukan nasional.

Titik injeksi ini berfungsi sebagai lokasi di mana biomethane “disuntikkan” ke jaringan gas bumi, sehingga dapat digunakan layaknya gas alam konvensional untuk rumah tangga, industri, ritel, hingga transportasi darat. Dengan sistem ini, biomethane bisa diakses secara luas sesuai jangkauan jaringan gas eksisting.

Baca juga : Lewat Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, Pertamina Edukasi Keberlanjutan Energi

Fasilitas di Pagardewa dilengkapi dengan Pressure Reducing System (PRS) yang juga memungkinkan injeksi dari sumber pasokan lain seperti coalbed methane (CBM) atau stranded gas. PGN menargetkan pasokan biomethane sebesar 1,2 BBTUD melalui titik injeksi ini.

Adsense

“Proyek Biomethane akan memperluas portofolio PGN di sektor energi terbarukan sekaligus membuka peluang pendapatan baru. Inisiatif ini memperkuat peran PGN dalam transisi energi dan mendukung pencapaian target ESG perusahaan,” ujar Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto, Kamis (6/11/2025).

Baca juga : Kilang Balongan, Kilang Paling Kompleks di Indonesia Andalan Pasokan Energi

Dalam proyek ini, PGN memanfaatkan limbah pabrik minyak kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) untuk menghasilkan biogas. Biogas tersebut diolah menjadi biomethane dan dikompresi menjadi renewable natural gas (RNG) agar dapat diinjeksikan ke jaringan gas bumi. Energi ini memiliki karakteristik serupa dengan gas bumi dan dapat digunakan di berbagai sektor.

Proyek Biomethane didasarkan pada potensi besar Indonesia dalam memproduksi energi hijau dari limbah kelapa sawit. Selain menghasilkan energi terbarukan, proyek ini juga menjadi solusi modern dalam pengelolaan limbah organik, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 29.688 ton CO₂e per tahun (konversi bahan bakar) dan 204.867 ton CO₂e per tahun (methane capture dari POME).

Baca juga : PLN Icon Plus Bangun Smart PVR Pertama Dukung Bali Mandiri Energi

“Pulau Sumatera memiliki banyak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, sementara PGN sudah memiliki jaringan infrastruktur gas bumi seperti Pipa Transmisi SSWJ dan Stasiun Kompresor Gas Pagardewa. Ini menjadi peluang ideal bagi pengembangan biomethane,” jelas Arief.

PGN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diversifikasi sumber energi nasional melalui proyek biomethane. Kehadiran energi hijau ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pasokan gas domestik, memperkuat upaya dekarbonisasi, serta mendukung target bauran energi berkelanjutan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense