Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Toyota Siap Bangun Pabrik Etanol Di Indonesia, Pemerintah Siapkan Insentif
Selasa, 28 Oktober 2025 13:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Produsen otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, menyatakan minat untuk membangun pabrik etanol di Indonesia. Langkah ini dilakukan guna mendukung pengembangan bahan bakar campuran E10 atau etanol 10 persen yang ditargetkan mulai diterapkan pemerintah pada tahun 2027.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan, Toyota tengah menjajaki peluang investasi tersebut sebagai bagian dari strategi memastikan pasokan bahan baku bioetanol untuk kendaraan produksinya.
“Mereka ingin memastikan ketersediaan feedstock bioetanol, sehingga juga tertarik membangun pabrik etanol di sini. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan segera terealisasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca juga : Prabowo-Lula Sepakat, Indonesia-Brasil Perkuat Kerja Sama ESDM
Todotua menjelaskan, Toyota telah memproduksi kendaraan yang mampu menggunakan bahan bakar bioetanol hingga kadar E100 atau 100 persen etanol. Selain Toyota, minat investasi juga datang dari Brasil, yang dinilai berhasil menerapkan kebijakan mandatori bioetanol secara nasional.
Meski lokasi pembangunan belum diputuskan, Todotua menilai Provinsi Lampung berpotensi menjadi salah satu pilihan karena memiliki ketersediaan bahan baku seperti tebu, singkong, jagung, dan sorgum.
“Komoditasnya semua ada, sekarang tinggal keseriusan kita untuk masuk ke industri penghasil etanol dan menjalankan kebijakan E10,” katanya.
Baca juga : Lindungi Generasi Muda, Pemerintah Gencarkan Perang terhadap Narkoba
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di dalam negeri. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju implementasi mandatori E10 pada 2027.
Menurut Bahlil, kebutuhan etanol nasional untuk mendukung kebijakan tersebut mencapai 1,4 juta kiloliter per tahun, dan ditargetkan sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi domestik.
“Pabrik etanol berbahan baku tebu akan dibangun di Merauke, Papua Selatan, sedangkan pabrik berbahan singkong masih dalam tahap pemetaan wilayah,” jelasnya.
Baca juga : Rayakan Hari Raya Dipawali, A.S Kobalen Yakini Pemerintah Didukung Rakyat
Pemerintah berharap investasi di sektor bioetanol ini dapat memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian di dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya