BREAKING NEWS
 

APP Group Dorong Pendanaan Karbon Untuk Restorasi Hutan Indonesia Di COP30

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 13 November 2025 16:50 WIB
Foto: APP Group

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepemimpinan Indonesia dalam pengembangan solusi iklim berbasis alam kembali mendapat sorotan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30) melalui sesi dialog tingkat tinggi bertajuk “Scaling Landscape Restoration through Carbon Finance and Partnerships.”

Sesi tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga keuangan, komunitas konservasi, serta pelaku industri untuk membahas peran pembiayaan karbon dan kemitraan lintas sektor dalam mempercepat restorasi lanskap berskala besar dan mendukung target iklim nasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Wijayanti menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan progresif dan ekosistem kolaboratif untuk mempercepat upaya restorasi.

Baca juga : Kolaborasi APP Group Dan WWF Dorong Regenerasi Hutan Di COP30

“Percepatan restorasi tidak hanya memerlukan kebijakan yang kuat, tetapi juga kolaborasi dan kepercayaan. Pembiayaan karbon serta blended funding dapat menjadi jembatan antara modal global dan aksi lokal,” ujar Laksmi dalam sesi pembuka di Belém, Brazil, Rabu (12/11).

Ia menambahkan, bila diterapkan dengan integritas, mekanisme pendanaan karbon berpotensi memulihkan jutaan hektare lahan, memperkuat mata pencaharian masyarakat, dan meningkatkan kredibilitas solusi iklim berbasis alam. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan skema konsesi restorasi ekosistem yang akan memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta untuk mengelola area konservasi terdegradasi secara jangka panjang.

Adsense

Sesi panel yang dipandu oleh Executive Director Tropical Forest Alliance (TFA) World Economic Forum, Jack Hurd, menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Jasmine Prihartini (Head of Landscape Conservation & Environment APP Group), Natalia Rialucky Marsudi (CEO Fairatmos), Edo Mahendra (Principal Advisor KLHK), Marisa Drew (Chief Sustainability Officer Standard Chartered), dan Emily Landis (Global Climate Adaptation and Resilience Director The Nature Conservancy).

Baca juga : APP Group Angkat Peran Korporasi Dalam Aksi Iklim Di COP30

Diskusi menyoroti posisi strategis Indonesia dalam solusi iklim berbasis alam, termasuk peran ekosistem gambut dan mangrove dalam mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Para panelis juga meninjau perkembangan kebijakan nasional serta peluang pembiayaan baru untuk mendukung investasi berkelanjutan di bidang konservasi dan restorasi ekosistem.

Melalui platform keberlanjutan Regenesis, APP Group berbagi pengalaman sektor swasta dalam memanfaatkan pasar karbon serta teknologi pemantauan berbasis data untuk menyelaraskan tujuan komersial dengan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan di tingkat nasional dan global.

“Restorasi berskala besar memerlukan dukungan pendanaan dan kemitraan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal, kami berupaya memulihkan lanskap penting sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi jangka panjang,” kata Jasmine Prihartini, Head of Landscape Conservation & Environment APP Group.

Baca juga : RI Dorong FOLU Jadi Tulang Punggung Pasar Karbon Global Di COP30

Sementara itu, Marisa Drew dari Standard Chartered menekankan pentingnya peran teknologi dalam memperkuat kredibilitas pasar karbon. Menurutnya, kemampuan baru dalam pengukuran dan komunikasi data karbon dapat meningkatkan keyakinan investor serta mempercepat keputusan pembiayaan.

“Kita perlu duduk bersama—pemerintah, industri, lembaga keuangan, dan penyedia teknologi—untuk mengurai kompleksitas pasar karbon. Jika kekuatan ini disatukan, proyek-proyek akan lebih mudah mendapatkan pendanaan,” ujarnya.

Partisipasi APP Group dalam forum ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi pembiayaan dan kemitraan strategis dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia serta mendukung kontribusi nasional terhadap agenda iklim global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense