Dark/Light Mode

RI Dorong FOLU Jadi Tulang Punggung Pasar Karbon Global Di COP30

Selasa, 11 November 2025 19:42 WIB
Foto: dok Kemenhut
Foto: dok Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim ke-30 (COP30 UNFCCC) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya sektor Forestry and Other Land Uses (FOLU) sebagai tulang punggung mitigasi perubahan iklim dan pengembangan pasar karbon global.

Hal itu disampaikan Hashim saat membuka Paviliun Indonesia dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim ke-30 yang digelar di bawah naungan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

“Kita memiliki kewajiban untuk mengelola sektor ini dengan lebih hati-hati, karena FOLU menjadi tulang punggung bagi keanekaragaman hayati, pasar karbon, dan pencapaian target mitigasi iklim global,” ujar Hashim dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Menurut Hashim, sektor kehutanan dan penggunaan lahan berperan strategis dalam mencapai target pengurangan emisi dunia. Karena itu, ia mendorong agar aspek FOLU tercermin dalam hasil perundingan Pasal 6.4 Perjanjian Paris, yang mengatur mekanisme kerja sama internasional dalam perdagangan karbon.

Baca juga : Relevansi Jadi Kunci Jelang Promo Hingga Flash Sale Di Akhir Tahun

“Visi kami adalah menjadikan Indonesia pusat global untuk pasar karbon berintegritas tinggi yang menghasilkan dampak iklim nyata dan terukur, sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau dan penghidupan berkelanjutan,” tegasnya.

Hashim menjelaskan, Paviliun Indonesia menjadi bagian penting dari diplomasi iklim nasional, sekaligus wadah untuk berbagi pengalaman, mendorong kemitraan, dan menampilkan inovasi lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Melalui Paviliun Indonesia, diharapkan kerja sama global semakin meningkat dan langkah konkret Indonesia dalam pengurangan emisi sektor kehutanan dan lahan makin terlihat di kancah internasional,” ujarnya.

Paviliun ini juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan — mulai dari lembaga pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil — dalam upaya bersama menuju masa depan hijau dan berkelanjutan.

Baca juga : Kemenhut Bahas Perdagangan Karbon Bareng VERRA Di COP30

Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memimpin aksi iklim global berbasis hutan dan lahan, serta memperkuat posisi sebagai negara tropis dengan kontribusi nyata terhadap pengendalian perubahan iklim dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan bahwa sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam pencapaian target pengurangan emisi nasional, terutama melalui program FOLU Net Sink 2030 dan konservasi berbasis masyarakat.

“Melalui Paviliun Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya soal menjaga tutupan hutan, tetapi juga menjaga keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat di dalamnya,” kata Rohmat.

Adapun Paviliun Indonesia tahun ini mengusung tema “Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon”.

Baca juga : Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Diplomasi Publik Indonesia

Dari sektor kehutanan, terdapat delapan sesi tematik yang membahas berbagai isu strategis, seperti mangrove, perdagangan karbon, energi terbarukan, penguatan peran masyarakat adat, pemulihan gambut, hingga pengembangan pasar karbon global.

“Pembukaan Paviliun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat reputasi dan posisi Indonesia dalam pengelolaan hutan, konservasi, serta kerja sama internasional di bidang kehutanan,” pungkas Rohmat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.