BREAKING NEWS
 

Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional

Industri Sawit Topang Ekspor Dan Serap Naker

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 14 November 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Noval/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit nasional menjadi pilar utama perekonomian Indonesia. Sektor ini tak hanya menopang ekspor dan penyerapan tenaga kerja (naker), tetapi juga memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan biofuel berbasis sawit.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, peran strategis industri sawit harus terus dijaga karena menjadi sumber devisa, penggerak investasi dan penopang kesejahteraan jutaan petani. 

“Industri kelapa sawit berperan besar dalam menjaga stabilitas pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja dan menopang ekspor non-minyak dan gas (migas),” kata Airlangga saat membuka secara daring Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). 

Baca juga : DKI Dukung Game Online Konten Kekerasan Dibatasi

Airlangga menjelaskan, di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia tetap menjadi bright spot atau titik terang dengan pertumbuhan di atas 4 persen. Hal ini ditopang oleh sektor manufaktur dan pertanian. 

Pada kuartal III-2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen, investasi meningkat 13,7 persen dengan realisasi Rp1.434,3 triliun, dan indeks manufaktur berada pada level ekspansif 51,2. 

“Semua ini menunjukkan fondasi ekonomi yang kuat,” ujarnya. 

Baca juga : KPK Sita Dokumen Pergeseran Anggaran, Geledah Beberapa Tempat Di Riau

Mantan anggota DPR ini mengatakan, sektor sawit berkontribusi besar terhadap surplus perdagangan nasional yang mencapai 4,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp 72 triliun. Ekspor minyak sawit dan turunannya tercatat 28,55 juta ton hingga September 2025. 

“Kinerja sawit menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi kita. Pemerintah akan terus memperkuat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Menyiapkan sistem informasi rantai pasok terpadu untuk menjamin keberlanjutan industri ini,” jelasnya. 

Pemerintah juga mendorong pengembangan energi bersih melalui program biodiesel berbasis sawit yang kini telah mencapai mandat B 40 dan akan berlanjut ke B 50 pada semester II-2026. 

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polandia Ngarep Salip De Oranje

Kebijakan biofuel ini tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 41,46 juta ton karbondioksida. 

Adsense

Meski berkontribusi besar, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, industri sawit masih menghadapi berbagai tantangan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense