Dark/Light Mode

Cegah Anak-anak Terpapar Pengaruh Buruk

DKI Dukung Game Online Konten Kekerasan Dibatasi

Jumat, 14 November 2025 06:20 WIB
Tim Psikologi Kepolisian turun langsung ke smaN 72 Jakarta untuk memberikan dukungan mental bagi siswa dan tenaga pendidik pasca peristiwa ledakan, Senin (10/11/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Tim Psikologi Kepolisian turun langsung ke smaN 72 Jakarta untuk memberikan dukungan mental bagi siswa dan tenaga pendidik pasca peristiwa ledakan, Senin (10/11/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung keinginan Presiden Prabowo Subianto membatasi akses game online yang mengandung kekerasan. Langkah itu diharapkan dapat mencegah pelajar terpapar pengaruh negatif yang bisa melukai orang lain.

Presiden Prabowo menyoroti insiden ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri dan pejabat negara pada Minggu (9/11/2025) sore, Prabowo minta agar akses game online yang mengandung kekerasan, segera dibatasi. 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian mendukung keinginan Presiden tersebut. 

Baca juga : KPK Sita Dokumen Pergeseran Anggaran, Geledah Beberapa Tempat Di Riau

Namun, Justin juga mengingatkan orangtua agar mengawasi anak-anaknya. Konkretnya, wajib memeriksa handphone (HP) atau perangkat digital anak-anaknya yang belum dewasa. 

Hal itu, menurut Justin, untuk mengetahui isi chat atau aplikasi yang digunakan anakanak. Jika menemukan konten yang berbahaya, orangtua wajib membimbing anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, agar tidak mengulangi chat atau menggunakan aplikasi itu lagi. 

Dia menegaskan, langkah itu wajib dilakukan orangtua. Supaya, anak-anak tidak meniru hal-hal yang membahayakan dirinya dan orang lain, seperti membuat dan meledakkan bom, meskipun itu berdaya ledak rendah (low exsplosive). 

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polandia Ngarep Salip De Oranje

“Orangtua wajib berkomunikasi dengan anak, sehingga bisa memantau perkembangan mental dan emosi buah hatinya,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI ini, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (13/11/2025). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mendukung pembatasan game online, terutama yang bergenre pertempuran (perang). “Agar persoalan yang terjadi di SMA 72, tidak terulang,” kata Pram di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). 

Selain itu, Pram juga menyoroti agar tindakan perundungan yang bisa memicu terjadinya aksi kekerasan di lingkungan sekolah, tidak boleh kembali terjadi. Meski demikian, Pram menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian untuk mengusut tuntas motif pelaku peledakan ini. 

Baca juga : Alwi Dan Dhinda Tumbang, Jorji Tumpuan Harapan Di Jepang Masters 2025

Sekadar mengingatkan, F, anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam perkara ledakan di SMAN 72, antara lain disebut-sebut terinspirasi game online pertempuran, sehingga nekat melakukan aksinya itu. 

Aksi F itu tampak dalam rekaman closed circuit television (CCTV) SMAN 72, yang dianalisis Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Lalu, dipaparkan Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin, dalam keterangan resmi Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.