BREAKING NEWS
 

Airlangga Di Launching Bloomberg Businessweek Indonesia

3 Pilar Digaspol, Indonesia Bangun Ekonomi Tangguh

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 22 November 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara Ecoverse 2025: Economy and Environment Resilience Summit sekaligus Launching Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Transformasi ekonomi berbasis tiga pilar, yakni pertumbuhan hijau, akselerasi digital dan pertumbuhan inklusif, menjadi kunci menjaga daya saing dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, situasi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia dan volatilitas pasar global menuntut kebijakan yang terukur. 

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden agar Indonesia berkomitmen membangun ekonomi yang lebih terakselerasi, ekonomi tangguh, ekonomi bersih dan ekonomi ber keadilan,” kata Airlangga dalam acara Ecoverse 2025: Economy and Environment Resilience Summit sekaligus Launching Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, Kamis (20/11/2025). 

Baca juga : Kiosnya Bagus Dan Nyaman, Banyak Yang Ingin Jualan

Pada pilar pertumbuhan hijau, Airlangga mengatakan, percepatan transisi energi menjadi agenda strategis. Pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan. Termasuk pembangunan prototype Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perluasan bioenergi dari B40 menuju B50, pemanfaatan bioethanol, Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan bensin sawit. 

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jaringan transmisi besar (Green Super Grid) dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas energi dan mendukung pengembangan data center trilateral Indonesia-Singapura-Johor. 

“Selain itu, Pemerintah terus memperluas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ditargetkan mencapai 33 proyek hingga tahun 2029,” ujar politisi Partai Golkar itu. 

Baca juga : Kejagung Periksa Lebih Dari 40 Saksi

Pada pilar akselerasi digital, Airlangga mengatakan, ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat. Nilai ekonomi digital nasional telah mencapai 90 miliar dolar AS (Rp 1.503 triliun). Dan pada 2030, diproyeksikan tumbuh menjadi 360 miliar dolar AS (Rp 6.015 triliun). 

Pertumbuhan ini diperkuat implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang mempercepat integrasi perdagangan digital kawasan. 

“QRIS itu sudah digunakan oleh 57 juta konsumen di Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang dan Korea,” jelasnya. 

Baca juga : Napoli Vs Atalanta, Kesempatan Akhiri Kesulitan

Airlangga juga menekankan pentingnya memperkuat teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI), semikonduktor, genome sequencing dan quantum computing

Adsense

Penambahan jumlah startup menjadi prioritas untuk memperkecil kesenjangan digital serta memperkuat ekosistem inovasi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense