BREAKING NEWS
 

Warga Terdampak Bencana Sulit Akses Pangan

Perum Bulog Percepat Pemulihan Distribusi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 3 Desember 2025 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Perum Bulog)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga terdampak bencana longsor dan banjir di Sumatera yang melakukan aksi penjarahan pangan di toko dan gudang milik Bulog, diduga karena kesulitan dalam mengakses kebutuhan pokok. Untuk mengatasi masalah itu, Perum Bulog mempercepat pemulihan distribusinya.

Perum Bulog memahami insiden penjarahan pangan oleh korban terdampak bencana di gudang miliknya di Sibolga di Sumatera Utara (Sumut) karena mereka kesulitan mendapatkan akses pangan. Hal ini terjadi karena jalur distribusi terisolasi selama beberapa hari. 

Dalam sebuah video yang beredar, puluhan warga korban banjir dan longsor, menjarah Gudang Bulog Sarudik di Sibolga, Sumut. Mereka terekam membawa berkarung-karung beras dan minyak goreng. 

Baca juga : Solidaritas Bangkit Untuk Korban Banjir Sumatera

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar), yang telah mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta terputusnya akses logistik dan distribusi pangan ke wilayah terdampak. 

“Kami memahami, masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan,” ujar Rizal dalam keterangannya, Senin (1/12/2025). 

Sejalan dengan kondisi tersebut, Bulog tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda), Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait, untuk memastikan pemulihan distribusi pangan agar dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. 

Baca juga : Kasus Kekerasan Anak Dan Perempuan Melonjak

Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari dampak bencana, sejumlah fasilitas Bulog ikut terdampak, yaitu Gudang Bulog Dayah Timu Sigli, Aceh dan Gudang Bulog Sarudik Sibolga, Sumut. 

Komoditas beras dan minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang Bulog pun ada yang terkena dampak bencana, khususnya yang berada di Gudang Bulog Ulee Blang Mane Lhokseumawe, Gudang Bulog Dayah Timu Sigli, serta Gudang Bulog Labuhan Deli Medan. 

“Perhitungan total volume komoditas yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh tim lapangan,” terangnya. 

Baca juga : Digarap KPK Di Kasus BJB, Ridwan Kamil Merasa Lega

Meski demikian, dalam rangka penanganan situasi darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, pihaknya telah menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog ke tiga provinsi terdampak, dengan total bantuan berupa 1.500 kilogram (kg) beras, 300 liter minyak goreng, 160 kg gula, 20 dus mie instan, 20 dus biskuit dan 1.200 porsi nasi box.

Selain itu, hingga 30 November 2025, pihaknya telah melakukan pelayanan penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). 

Rinciannya, Provinsi Aceh sebanyak 152.893 kg, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 72.630 kg dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 61.554 kg. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense