Dark/Light Mode

Komdigi Gercep Pulihkan BTS Terdampak Bencana

Akses Telekomunikasi Di Sumatera Hampir Normal

Selasa, 2 Desember 2025 07:37 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pemulihan Akses Telekomunikasi di Balai Monitoring Medan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Foto: Dok. Kemkomdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pemulihan Akses Telekomunikasi di Balai Monitoring Medan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Foto: Dok. Kemkomdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah gerak cepat alias gercep melakukan pemulihan ribuan Base Transceiver Station (BTS) di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat lumpuh akibat banjir dan longsor. Upaya ini mulai menunjukkan hasil nyata. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan, akses telekomunikasi di wilayah terdampak kini berangsur mendekati normal. Dipastikan Menteri Meutya, pemulihan akan terus dikejar hingga seluruh titik kembali stabil. 

Kepastian itu disampaikan Meutya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pemulihan Akses Telekomunikasi di Balai Monitoring Medan, Senin (1/12/2025). Rakor dihadiri jajaran Kemkomdigi, pimpinan operator seluler, Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, hingga Starlink. 

Turut hadir perwakilan PT Pos Indonesia yang diterbangkan langsung dari Jakarta untuk memperkuat penanga nan di lapangan. 

Dalam arahannya, Meutya menegaskan bahwa Presiden telah menginstruksikan seluruh unsur Pemerintah untuk bergerak terpadu dalam penanganan darurat bencana. Termasuk memastikan konektivitas telekomunikasi dan logistik tetap berjalan. 

Baca juga : Demi Aksi Hijau, PKB Jabar Genjot Kader

Meutya mengatakan, sejak hari pertama pihaknya langsung memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan akses komunikasi. “Fokus kami sejak hari pertama adalah mempercepat pemulihan akses komunikasi agar masyarakat bisa menghubungi keluarga, menerima informasi resmi, dan mengakses layanan darurat,” kata Meutya. 

Kemkomdigi mencatat sejak 25 November terdapat 1.310 BTS milik tiga operator yang terdampak. Jumlah itu naik menjadi lebih dari 2.400 BTS pada 28 November seiring meluasnya banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. 

Melalui kerja bersama Pemerintah dan operator, sebanyak 707 BTS berhasil dipulihkan. Namun sebagian wilayah masih sulit dijangkau karena akses listrik padam, terutama di Aceh dan Sumatera Utara. 

“Hari ini transmisi sudah ditekan mendekati titik nol gangguan. Begitu suplai listrik stabil, BTS bisa langsung pulih,” kata Meutya. 

Baca juga : BNPT Sebar Antidrone Di Sejumlah Objek Vital

Mantan jurnalis televisi ini mengakui banyak teknisi di lapangan yang juga menjadi korban banjir. 

“Namun mereka tetap bekerja bergantian untuk mempercepat recovery jaringan,” ungkapnya. 

Dari tiga provinsi terdampak, Sumbar mencatat pemulihan tercepat dengan 95 persen jaringan kembali berfungsi. Sumatera Utara menyusul dengan 90 persen. Kondisi Aceh masih menjadi pekerjaan rumah. 

“Kami masih punya PR untuk Aceh yang saat ini masih sangat rendah, di bawah 60 persen. Semua operator saya minta melakukan percepatan,” tegas Meutya. 

Baca juga : Presiden Prabowo Apresiasi BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI

PLN menargetkan pasokan listrik di wilayah terdampak bisa kembali menyala dalam empat hari ke depan. Dengan itu, Kemkomdigi menargetkan pemulihan di Aceh bisa naik menjadi 75 persen pada 5 Desember. 

Selain memulihkan jaringan eksisting, Bakti Komdigi telah menurunkan 10 titik akses satelit dan akan menambah lima titik lagi. “Jika diperlukan, akan terus kami tambah di lokasi-lokasi terdampak,” kata Meutya. 

Di lapangan, operator seluler juga mengerahkan segala daya. Telkomsel, operator dengan cakupan terluas di wilayah bencana, menyebut tim teknis bekerja 24 jam. Mereka memasang genset tambahan, mengalihkan rute backbone, mengirim mobil BTS, hingga melakukan rerouting trafik untuk menjaga sinyal tetap hidup. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.