RM.id Rakyat Merdeka - Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi ketimpangan sosial ekonomi.
Kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyediaan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Inspektur Jenderal Kementerian PKP, Heri Jerman menyampaikan pihaknya telah menyusun arah kebijakan nasional perumahan. Juga, strategi pemerintah dalam menyukseskan Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah.
Ia menegaskan pemerintah membuka ruang kolaborasi luas dengan berbagai pihak, mulai dari pengembang perumahan, perusahaan swasta, hingga organisasi melalui program CSR.
Baca juga : KORPRI Luncurkan Program 1 Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN
“Tahun ini kami sudah menerbitkan program KUR Perumahan dengan anggaran sebesar Rp130 triliun, dan ini baru pertama kali dalam sejarah industri perumahan di Indonesia. Untuk itu, perlu dukungan para stakeholder melalui kolaborasi dan koordinasi program penyelenggaraan perumahan. Dengan semangat gotong royong marilah kita bersama membangun rumah untuk rakyat,” kata Heri, dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Sejalan dengan program tersebut, menegaskan pihaknya terus berupaya mengurangi backlog perumahan nasional yang kini mencapai 15 juta unit.
Caranya melalui pengembangan hunian yang affordable, modern, dan fungsional. Ia menilai kebutuhan rumah pertama bagi anak muda semakin mendesak di tengah kenaikan harga properti yang signifikan.
“ZAFLAND sebagai pengembang sektor properti ingin berkontribusi dalam menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo, khususnya melalui penyediaan rumah untuk anak muda. Apalagi saat ini pemerintah memiliki stimulus dan kebijakan yang sangat berpihak kepada masyarakat yang ingin memiliki hunian,” tutur Zaenab.
Baca juga : Program CSR BRI Raih Pengakuan Global Lewat Penghargaan Internasional
Ia menyebut, program PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga Rp 2 miliar untuk pembelian rumah dengan harga maksimal Rp 5 miliar menjadi angin segar bagi generasi milenial yang ingin memiliki hunian pertama.
ZAFLAND pun merespons melalui peluncuran Naputa Residence, proyek perumahan affordable dengan desain dinamis dan konsep fungsional yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.
“Di tengah harga rumah yang terus melambung, kami berusaha menghadirkan rumah affordable dengan konsep fleksibel. Salah satunya melalui pilihan empat layout desain interior yang bisa dipilih tanpa biaya tambahan,” tambahnya.
Atas inovasi tersebut, ZAFLAND meraih penghargaan “The Housing Developer with the Most Creative Programs for Millennials” pada ajang Indonesia MyHome Award Episode 8-2025.
Baca juga : Dukung Program Strategis Pemerintah, BRI Raih Penghargaan Kementerian IMIPAS
Ajang tersebut mengusung tema “Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah: Inovasi & Kolaborasi untuk Hunian Berkualitas, Berkelanjutan".
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pelaku industri properti dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen ZAFLAND dalam menghadirkan hunian yang affordable dan berkualitas, bukan hanya sebagai misi bisnis, tetapi juga komitmen sosial. Naputa Residence lahir dari keyakinan bahwa setiap keluarga berhak memiliki rumah pertama yang membahagiakan,” tutup Zaenab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.