RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah gaspol alias mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng (migor) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sedikitnya 34 ribu ton bantuan dua komoditas itu sudah tersalurkan.
Program bantuan pangan itu dikoordinasikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Percepatan penyaluran bertujuan untuk memastikan kebutuhan pangan korban bencana, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung, terpenuhi tanpa jeda.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program bantuan pangan itu kini diprioritaskan bagi tiga provinsi terdampak bencana.
Baca juga : Pram Kerahkan Pasukan Putih Ikut Tangani Stroke
“Langkah percepatan diperlukan, agar bantuan segera menjangkau seluruh warga terdampak. Dua skema bantuan telah digerakkan, yaitu bantuan reguler Pemerintah dan bantuan kemanusiaan hasil partisipasi mitra serta pegawai Kementerian Pertanian senilai Rp 75 miliar,” kata Amran dalam keterangan resmi Bapanas, Sabtu (6/12/2025).
Ia menuturkan, penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan pangan masyarakat benar-benar aman.
“Bapanas sudah mengirim 34 ribu ton bantuan reguler dan non-reguler. Minyak goreng 6 ribu ton. Semua dimonitor Bapak Presiden. Kalau pangan bermasalah, bisa kacau,” ujarnya.
Amran menjelaskan, total beras dan minyak goreng tersebut dikhususkan untuk Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Rinciannya, Aceh menerima 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng, Sumut 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng, serta Sumbar 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng.
Lonjakan Penerima Bantuan Pangan
Baca juga : Ditonton Bos Djarum Grup, Como Dihancurkan Inter
Percepatan penyaluran bantuan pangan terlihat dari lonjakan Penerima Bantuan Pangan (PBP) hanya dalam sepekan, terhitung dari 28 November hingga 4 Desember 2025.
Di Sumut, jumlah PBP meningkat dari 260.712 menjadi 396.868, atau naik 52,2 persen. Di Sumbar, realisasi meningkat 33,8 persen dari 193.890 PBP menjadi 259.469 PBP.
Sementara Aceh mengalami kenaikan 30,7 persen dari 102.865 PBP menjadi 134.402 PBP pada periode yang sama.
Secara nasional, realisasi penya luran juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca juga : Tekuk Myanmar, Srikandi Merah Putih Ke Semifinal
“Dari target 18,277 juta PBP, bantuan telah tersalurkan kepada 8,187 juta PBP atau 44,8 persen per 4 Desember. Naik dari 4,557 juta PBP atau 24,93 persen dari 28 November,” ujar Amran.
Dijelaskannya, percepatan respons Pemerintah dilakukan demi memenuhi kebutuhan mendesak di daerah.
“Percepatan program bantuan pangan sangat penting untuk mengurangi beban masyarakat terdampak. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, semua harus cepat. Di masing-masing provinsi, kami menyiapkan beras standby tiga kali lipat dari kebutuhan untuk berjaga-jaga,” tutupnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.