Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Makin Mantap Siaga Tahun Depan
Pram Kerahkan Pasukan Putih Ikut Tangani Stroke
Senin, 8 Desember 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus). Sistem ini digadang-gadang menjadi tulang punggung deteksi dan intervensi cepat kasus stroke di Ibu Kota.
Peluncuran itu bagian dari komitmen Pemprov DKI menuju Jakarta Siaga Stroke 2026.
“Tema ini diangkat karena stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang relatif paling lengkap, sehingga kami mengadakan gerakan pencegahan stroke sejak dini,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Baca juga : Ditonton Bos Djarum Grup, Como Dihancurkan Inter
Pram menekankan visi Jakarta sebagai kota global berdaya saing yang menaruh kualitas hidup sebagai prioritas. “Yang paling utama adalah hari ini kami meluncurkan JakSimpus. Saya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar pasukan putih yang berjumlah 584 orang, yang selama ini khusus menangani difabel dan lansia, turut mendukung penanganan stroke,” tuturnya.
Ia berharap teknologi informasi yang terhimpun dalam JakSimpus menjadi fondasi penguatan layanan stroke, mulai pencegahan, penanganan cepat, hingga pemulihan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebut JakSimpus sebagai lompatan besar integrasi data kesehatan. Sistem ini ditopang branding Jakarta Code Stroke, yang menekankan penanganan cepat dalam jangka waktu krusial 4,5 jam.
Baca juga : Tekuk Myanmar, Srikandi Merah Putih Ke Semifinal
“Dapat kami laporkan bahwa angka kecacatan akibat stroke di Jakarta cukup tinggi, yakni 21,4 persen, dan 2,9 persen di antaranya berakhir dengan kematian. Stroke adalah penyakit yang harus ditangani dalam waktu kurang dari 4,5 jam,” jelas Ani.
Ia menambahkan, tata kelola layanan kesehatan yang solid menjadi syarat penting untuk mengangkat skor global city index, terutama pada aspek quality of life dan GDP per kapita.
Untuk mendukung target 2026, Dinas Kesehatan menggandeng Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON) sebagai mitra rujukan utama.
Baca juga : Datang Ke Tebuireng, Gus Yahya Belum Nyerah
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi Jakarta sebagai provinsi pertama yang menginisiasi langkah besar penanganan stroke.
“Jakarta tidak hanya menjadi energi bagi Indonesia, tetapi banyak yang tidak tahu bahwa Jakarta adalah the first smart city di Indonesia. Jakarta selalu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Dante, upaya DKI sejalan dengan arah transformasi layanan kesehatan nasional. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya