BREAKING NEWS
 

CSR PGN Kelola 4,9 Ton Sampah Anorganik Berbasis Masyarakat

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 19 Desember 2025 14:14 WIB
PGN melalui program CSR KASIH BUMI mengelola 4,9 ton sampah anorganik di Desa Kedungturi, Sidoarjo, lewat sistem terintegrasi berbasis masyarakat. (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Kedungturi, Kabupaten Sidoarjo.

Program bertajuk KASIH BUMI (Kedungturi Asri dan Bersih untuk Bumi) tersebut diwujudkan melalui inovasi Si-Lestari (Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi) yang berbasis partisipasi masyarakat guna menciptakan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.

Melalui inovasi Si-Lestari, PGN mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya dengan melibatkan warga melalui pengembangan sistem Bank Sampah Terintegrasi.

Sistem ini tidak hanya berfokus pada pemilahan sampah, tetapi juga pemanfaatan sampah secara berkelanjutan. Hingga September 2025, program tersebut telah mengelola sebanyak 4,9 ton sampah anorganik.

Baca juga : 95 Personel dan 19 Truk Damkar Tangani Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati

Sebanyak 321 warga Desa Kedungturi tercatat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah melalui inovasi Si-Lestari.

“Melalui program CSR PGN, Bank Sampah ini turut berperan sebagai wadah edukasi lingkungan serta mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan, meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sampah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman.

Adsense

Program ini mengedepankan prinsip kolaborasi antara CSR PGN, masyarakat Desa Kedungturi, dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Untuk memperkuat aspek edukasi lingkungan, PGN juga melaksanakan edukasi pemilahan sampah di Daycare Bina At-Taqwa guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Baca juga : Patra Jasa Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Organik Di Anyer

Selain itu, PGN mendukung pembangunan Green House di Sekolah Dasar Negeri Kedungturi sebagai sarana pembelajaran praktik dan dukungan terhadap Program Adiwiyata.

Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovasi Si-Lestari juga menghasilkan dampak ekonomi yang terukur. Melalui sistem Bank Sampah Terintegrasi, total pendapatan pengelola bank sampah tercatat sebesar Rp 8.187.250 per tahun.

Sementara itu, sebanyak 92 nasabah perorangan memperoleh total pendapatan Rp 4.307.810 per tahun, dan 14 nasabah kelompok dasawisma meraih total pendapatan Rp 10.807.100 per tahun dari pengelolaan sampah anorganik.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 13 Desember, Kantor Kecamatan Bekasi Barat

PGN melalui Program CSR KASIH BUMI percaya bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat.

"Melalui Inovasi Si-Lestari, kami mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal,” tutup Fajriyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense