RM.id Rakyat Merdeka - Ekonomi Indonesia diprediksi stabil di tahun 2026, dengan tujuh alasan yang mendukung dari berbagai latar belakang di tahun 2025. Hal ini disampaikan Bloomberg Intelligence, dalam laporannya yang bertajuk Indonesia in Focus: Review and Outlook for 2026. Berikut rinciannya:
1. Performa Terbaik Pasar Saham
Pasar keuangan Indonesia mencatatkan kinerja yang beragam sepanjang 2025, dengan pasar saham mencatatkan performa terbaik dalam 11 tahun terakhir, sementara pasar obligasi dan nilai tukar menghadapi tekanan akibat arus keluar asing dan kekhawatiran fiskal.
Hal tersebut tertuang dalam laporan Bloomberg Intelligence mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) naik sekitar 22 persen sepanjang 2025, menjadi kinerja tahunan terkuat sejak 2014.
2. Partisipasi Investor Domestik Meningkat
Kenaikan IHSG sekitar 22 persen di sepanjang tahun 2025, yang menjadi kinerja tahunan terkuat sejak 2014, didorong oleh meningkatnya partisipasi investor ritel domestik yang mencari imbal hasil lebih tinggi.
Sebaliknya, pasar obligasi pemerintah menghadapi tekanan signifikan. Arus masuk asing ke Surat Berharga Negara (SBN) hampir sepenuhnya tergerus, dengan net inflow turun menjadi hanya 25 juta dolar AS dari puncaknya 4,6 miliar dolar AS pada Agustus 2025.
Baca juga : Ekonomi Indonesia 2025: Tangguh, Stabilitas Terjaga, Pertumbuhan Terus Menguat
“Kekhawatiran terhadap outlook fiskal mendorong investor global menarik dananya dari pasar obligasi Indonesia,” tulis Bloomberg Intelligence.
Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang melemah ke level terendah dalam delapan bulan di sekitar Rp 16.790 per dolar AS, seiring defisit anggaran mendekati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
3. BI Menjaga Stabilitas Moneter
Bloomberg Intelligence mencatat, Bank Indonesia menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.500, bahkan Rp16.400 per dolar AS pada 2026.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Desember 2025.
“Bank Indonesia memberi sinyal pelonggaran kebijakan secara hati-hati pada 2026, dengan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama,” tulis laporan tersebut.
4. Pertumbuhan Ekonomi Solid
Baca juga : Tren Ekonomi dan Perpajakan Indonesia 2026 dan Dampaknya bagi Dunia Usaha
Bloomberg Intelligence memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil. Produk domestik bruto diproyeksikan tumbuh 5,00 persen pada 2026.
5. Inflasi Terkendali
Inflasi diperkirakan berada di level 2,75 persen secara tahunan. Angka ini masih dalam target otoritas moneter, sehingga daya beli relatif terjaga.
Namun, pasar obligasi masih berpotensi menghadapi tekanan lanjutan akibat tingginya kebutuhan penerbitan surat utang dan risiko fiskal.
6. Sexy di Mata Investor
Bloomberg Intelligence mencatat capaian investasi Indonesia pada 2025, yang sukses meraih target Rp1.905 triliun.
"Pencapaian ini menunjukkan daya tarik Indonesia di mata investor tetap terjaga, meski volatilitas pasar meningkat,” tulis laporan tersebut.
7. Ekonomi Kreatif Jadi Penopang
Baca juga : Ekonomi Syariah RI Kian Kokoh, Industri Halal Jadi Penggerak
Sektor ekonomi kreatif sukses menarik investasi asing hingga Rp 132 triliun, dengan pertumbuhan PDB di sektor tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Bloomberg Intelligence menilai kondisi ini menjadi salah satu penopang prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Secara keseluruhan, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,00 persen pada 2025 hingga 2027, dengan probabilitas resesi dalam 12 bulan ke depan hanya sekitar 3 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.