RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin menunjukkan dampak nyata. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi anggaran MBG sepanjang 2025 mencapai Rp 51,5 triliun. Dari jumlah itu, manfaat langsung yang diterima masyarakat mencapai Rp 43,3 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan, hingga 31 Desember 2025, pagu anggaran MBG terserap penuh. Serapan tersebut melonjak dibandingkan posisi 18 November 2025 yang masih di angka Rp 41,3 triliun.
“Manfaat yang langsung diterima masyarakat mencapai Rp 43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025,” kata Thomas, dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Hingga akhir 2025, program MBG telah menjangkau sekitar 41,9 juta penerima manfaat. Adapun per 7 Januari 2026, jumlah penerima MBG meningkat menjadi 56,13 juta orang yang tersebar di 38 provinsi.
Untuk mendukung pelaksanaan program, hingga saat ini telah berdiri 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 799.319 orang.
Thomas juga melaporkan realisasi anggaran program Sekolah Rakyat yang mencapai Rp 6,6 triliun atau sekitar 85 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 5,4 triliun digunakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk renovasi sentra pendidikan. Sementara, Rp 1,1 triliun dialokasikan oleh Kementerian Sosial untuk penyelenggaraan pendidikan.
Baca juga : MUI Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD
“Anggaran tersebut telah mendidik 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu dan melibatkan 6.849 guru serta tenaga pendidik dengan pengoperasian 166 Sekolah Rakyat,” tambah Thomas.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat anggaran pelaksanaan MBG pada awal 2026 mencapai sekitar Rp 855 miliar per hari. Anggaran tersebut digunakan untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, besaran anggaran harian akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat MBG. Ia memperkirakan pada Mei 2026, anggaran harian akan meningkat lagi seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat.
"Nanti pada Mei diperkirakan naik menjadi Rp 1,2 triliun per hari karena jumlah penerima manfaat terus bertambah,” ujar Dadan usai meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen dari total anggaran MBG digunakan untuk pembelian bahan baku makanan. Sebanyak 95 hingga 99 persen bahan baku tersebut berasal dari produk pertanian lokal. Di antaranya beras, sayur-mayur, telur, daging, dan susu. Sehingga turut mendorong perekonomian daerah.
Selain itu, program MBG juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar melalui operasional SPPG yang berfungsi sebagai dapur MBG. Setiap SPPG, kata Dadan, minimal melibatkan 15 pemasok dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Baca juga : Jadi Ketua Satgas Pemulihan Bencana, Tito Janji Kerja Secepat Mungkin
“Satu SPPG memerlukan minimal 15 pemasok, mulai dari beras, minyak, telur, daging, ayam, susu, bumbu, dan lain-lain. Dengan begitu, program MBG tidak hanya memenuhi gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelas Dadan.
Ia menambahkan, penggunaan bahan baku lokal diwajibkan untuk menjamin kualitas gizi, keamanan pangan, serta keberlanjutan pasokan. Program MBG juga melibatkan tenaga profesional seperti ahli gizi, akuntan dan operator SPPG guna menjaga standar pelayanan.
“Program ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga pendidikan gizi. MBG dirancang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang,” tutur Dadan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan satu tahun mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen. Meski demikian, Prabowo menekankan target Pemerintah tetap nol kesalahan dalam pelaksanaannya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Acara tersebut dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam arahannya, Prabowo membahas sejumlah program prioritas termasuk program MBG. Kata Prabowo, program MBG yang sudah setahun berjalan, telah menjangkau 55 juta penerima manfaat.
Baca juga : Presiden Kasih Bukti Ke Tukang Nyinyir
"Hari ini 6 Januari 2026, kita sudah mencapai 55 juta penerima manfaat. 55 juta anak Indonesia menerima makan, termasuk ibu-ibu hamil,” ungkap Prabowo dalam arahannya.
Presiden menilai, capaian tersebut sebagai prestasi besar, mengingat banyak negara membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjangkau jumlah penerima yang lebih sedikit. Prabowo mencontohkan Brasil yang memerlukan waktu hingga 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dalam program serupa.
"Kita satu tahun sudah 55 juta penerima manfaat. Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.