BREAKING NEWS
 

Bayer Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Peningkatan Produktivitas Jagung Di Jateng

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 23 Januari 2026 23:06 WIB
Petani di Grobogan dan Kendal memanen jagung hibrida DEKALB hasil pendampingan Bayer untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. (Dok. Bayer?

RM.id  Rakyat Merdeka - Bayer Indonesia (Bayer) menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan akses benih jagung berkualitas tinggi serta pendampingan teknis bagi petani. Upaya ini difokuskan pada peningkatan produksi jagung di Provinsi Jawa Tengah, wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia.

Bayer bersama sekitar 800 petani dari berbagai kelompok tani, camat, lurah, dinas pertanian, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan), melaksanakan panen jagung varietas hibrida DEKALB DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat” di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah. Kedua wilayah ini memiliki peran strategis dalam mendukung misi swasembada jagung nasional yang merupakan bagian dari swasembada pangan, salah satu prioritas dalam program Asta Cita pemerintah.

Hasil panen menunjukkan dampak nyata. Penggunaan varietas DEKALB DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat” mampu meningkatkan hasil panen hingga 15 persen serta mendorong kenaikan pendapatan petani sekitar 20 persen per musim tanam. Total produksi tercatat mencapai 6–7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare.

Jagung merupakan komoditas strategis nasional yang menjadi bahan baku utama industri pangan dan pakan ternak. Peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan, terutama di tengah tekanan perubahan iklim dan meningkatnya permintaan industri.

Baca juga : FLOQ Jamin Keamanan Investasi Kripto Lewat Pengawasan Ketat OJK

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen, meningkat 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jawa Tengah berkontribusi sekitar 3,18 juta ton, menempatkannya sebagai kontributor jagung nasional terbesar kedua.

Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, Mateus Barros menyampaikan Indonesia merupakan salah satu pasar pertanian yang penting di kawasan Asia.

“Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” kata Barros.

Adsense

Varietas DEKALB DK19C “Cantik” pertama kali diperkenalkan pada akhir 2024, sementara DK79C “Kuat” diluncurkan pada kuartal ketiga 2025. Kedua varietas ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan agroekologi yang berbeda. DK19C memiliki umur panen sekitar 105 hari dengan stabilitas hasil yang baik, sedangkan DK79C dirancang untuk lahan kering dan wilayah berbukit dengan umur panen sekitar 100 hari.

Baca juga : Jasa Raharja Gercep Tangani Kecelakaan Kereta Api Di Tebing Tinggi

Selain penyediaan benih, Bayer juga menjalankan program pendampingan teknis secara komprehensif, mencakup pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanfaatan platform pertanian digital.

Senada, Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menegaskan peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh varietas benih.

“Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis yang konsisten, akses informasi, serta penerapan praktik pertanian yang lebih baik agar produktivitas dapat berkelanjutan,” jelasnya.

Inisiatif pendampingan Bayer mencakup pengembangan ekosistem Better Life Farming bagi petani kecil, pusat riset dan pelatihan pertanian Bayer JUARA di Klaten, Jawa Tengah, serta komunitas SOBAT Bayer (Sahabat dan Penasihat Petani Bayer) yang kini beranggotakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia. Petani juga memperoleh dukungan melalui platform edukasi digital TANIA (Teman Petani Indonesia) sebagai sarana berbagi pengetahuan dan diskusi praktik pertanian.

Baca juga : MSC Seri 2 2025-2026, Makin Kompetitif Seiring Peningkatan Kualitas & Kuantitas

Para petani merasakan langsung manfaat program tersebut. H. Zakaria, petani jagung dari Kecamatan Gemuh, Kendal, menyebut hasil panennya menjadi lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan teknis dari Bayer.

"Saya bisa melihat perbedaannya langsung di demoplot, dari cara tanam, pemupukan, sampai pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten,” ujarnya.

“Susah kalau hanya mengandalkan teori. Begitu melihat tanaman tumbuh bagus di lapangan, baru benar-benar percaya,” sambung Kusnandar, petani dari Kecamatan Brati, Grobogan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense