Dark/Light Mode

Pemulihan Sektor Pangan Pasca Banjir Sumatera

Perbaikan Lahan Pertanian Dan Tambak Bakal Digenjot

Sabtu, 10 Januari 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Aceh, Jumat (9/1/2025).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Aceh, Jumat (9/1/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan percepatan pemulihan sektor pangan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Terutama pada tambak perikanan budi daya dan lahan pertanian.

“Pemulihan sektor pangan menjadi prioritas. Termasuk revitalisasi sawah terdampak bencana melalui perbaikan irigasi dan pembersihan endapan lumpur,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Aceh, Jumat (9/1/2025).

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengatakan, berdasarkan data lapangan, total lahan tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai lebih dari 30.000 hektare dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Karena itu, Pemerintah mendorong pemulihan fisik tambak melalui perbaikan infrastruktur dasar agar kegiatan budi daya perikanan dapat segera kembali dilakukan oleh masyarakat.

Selain tambak, Pemerintah juga menekankan pentingnya revitalisasi sawah terdampak banjir melalui perbaikan jaringan irigasi, serta pembersihan endapan lumpur agar lahan pertanian kembali produktif.

Menurut Zulhas, Pemerintah akan memperjuangkan penyaluran jaminan hidup bagi warga terdampak banjir untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat selama masa pemulihan.

Baca juga : Golkar Yakin Koalisi Permanen Bisa Terwujud

Pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan menteri turut meninjau rehabilitasi pasar, serta posko banjir di Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Zulhas juga mendorong penguatan peran Kota Subulussalam sebagai penghubung rantai pasok pangan nasional.

Hal ini seiring dengan posisinya sebagai jalur distribusi logistik yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

“Posisi Subulussalam strategis untuk mendukung kelancaran distribusi pangan antardaerah, sehingga penguatan infrastruktur dan kelembagaan ekonominya perlu dipercepat,” ucap Zulhas.

Dalam dialog bersama forum koordinasi pimpinan daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Pemerintah membahas penguatan ketahanan pangan daerah melalui perbaikan infrastruktur logistik serta pengendalian risiko bencana.

Baca juga : Anggota DPRD Papua Ajukan Judicial Review

Pemerintah Pusat juga menindaklanjuti usulan pembangunan sodetan kanal Sungai Lae Soraya, sebagai upaya pengendalian banjir yang selama ini menghambat aktivitas produksi pertanian dan distribusi pangan masyarakat.

Selain infrastruktur fisik, Pemerintah menekankan penguatan koperasi desa dan kelurahan merah putih sebagai bagian dari strategi memperpendek rantai distribusi pangan dan memperkuat ekonomi desa.

Hingga saat ini, sebanyak 83.130 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk dan berbadan hukum.

“Koperasi tersebut juga akan menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat mulai Maret 2026,” tutur dia.

Sementara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui program Kemendag Peduli, menyalurkan bantuan senilai Rp 450 juta kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Ini dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan menjaga kelancaran distribusi barang selama masa pemulihan.

Baca juga : KPK Dalami Semua Perkara Yang Libatkan Bupati Bekasi

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mengatakan, kunjungan para menteri tersebut menjadi wujud perhatian Pemerintah Pusat terhadap dampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

“Kami mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat. Terutama dalam menjaga stabilitas pangan dan mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Nasir.

Dia berharap, sinergi Pemerintah Pusat dan daerah dapat memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, serta pemulihan ekonomi masyarakat berjalan optimal. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 10 Januari 2026 dengan judul "Pemulihan Sektor Pangan Pasca Banjir Sumatera Perbaikan Lahan Pertanian Dan Tambak Bakal Digenjot"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.