RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat ketepatan waktu perjalanan Kereta Cepat Whoosh sepanjang tahun 2025 tetap terjaga dengan baik, meski menghadapi berbagai gangguan eksternal.
Ketepatan waktu keberangkatan Whoosh tercatat mencapai 99,04 persen, dengan rata-rata keterlambatan hanya 10,8 detik per perjalanan. Sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 88,62 persen, dengan rata-rata keterlambatan 33 detik per perjalanan.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, sepanjang 2025 KCIC berhasil menjaga ketepatan waktu pada 21.907 perjalanan Whoosh, meskipun terdapat sejumlah gangguan dari faktor eksternal.
Baca juga : Pramono Tegaskan Pengerukan Sungai di Jakarta Dilakukan Terus-Menerus
Selama 2025, total gangguan yang menyebabkan keterlambatan perjalanan tercatat sebanyak 164 kejadian. Gangguan terbesar berasal dari layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), dengan 74 kejadian.
Selain itu, gangguan juga disebabkan oleh tabrakan dengan biawak sebanyak 25 kejadian, serta cuaca buruk yang menghambat perjalanan sebanyak 18 kejadian.
"Bermain layang-layang di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang. Kami sangat mengimbau agar masyarakat mematuhi larangan bermain layang-layang dalam radius 3 km ke kiri dan ke kanan dari jalur Whoosh demi keselamatan bersama."
Baca juga : Teja Paku Alam: Persib Siap Start Maksimal di Putaran Kedua
Eva menjelaskan, gangguan akibat layang-layang paling banyak terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi, terutama di jalur antara Stasiun Padalarang hingga Tegalluar Summarecon. Aktivitas bermain layang-layang meningkat signifikan, khususnya saat musim liburan sekolah.
Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, KCIC telah melakukan berbagai langkah proaktif, antara lain sosialisasi ke sekolah-sekolah dan permukiman warga di sekitar jalur Whoosh guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat.
Selain itu, KCIC mengoperasikan 1.846 unit CCTV yang tersebar di sepanjang jalur, stasiun, dan kantor operasional untuk memantau aktivitas secara real-time. KCIC juga menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga 24 jam setiap 500 meter di sepanjang jalur.
Baca juga : Carlos Pena Jaga Ambisi Persita Bersaing di Papan Atas
Petugas pengamanan tersebut bekerja sama dengan TNI dan Polri di wilayah rawan gangguan layang-layang untuk melakukan patroli gabungan serta menegakkan larangan bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh. Hal tersebut dapat menghambat perjalanan Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 km/jam." tutup Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.