BREAKING NEWS
 

Antisipasi Kelangkaan MinyaKita Saat Ramadan

Mendag Minta Produsen Bikin Second Brand Migor

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 6 Februari 2026 06:30 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso usai meninjau proses produksi di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan ketersediaan minyak goreng (migor) tetap terjaga menjelang Ramadan. Pasalnya, produsen diminta membuat merek kedua atau second brand. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada MinyaKita yang pasokannya sangat bergantung pada aktivitas ekspor.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, saat ini MinyaKita menjadi acuan utama masyarakat karena harganya terjangkau.

Namun, tingginya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) perlu diantisipasi dengan diversifikasi produk di pasar, agar tidak terjadi kekosongan stok.

"Kami minta produsen memproduksi second brand, dengan harga yang terjangkau, seperti MinyaKita tapi kualitasnya sama," kata Mendag usai meninjau proses produksi di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Baca juga : Pembongkaran Dipatok Beres Sebelum Ramadan

Menurut Budi, MinyaKita sebenarnya merupakan instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). DMO atau kewajiban memasok kebutuhan pasar domestik ini mengikat para eksportir, sehingga volume MinyaKita di pasar otomatis menyusut jika angka ekspor nasional menurun.

"MinyaKita menjadi indikator utama terhadap ketersediaan minyak goreng dan stabilisasi harga. Jumlah MinyaKita terbatas, tergantung dari ekspor,” ungkap Budi.

Dia mengatakan, masyarakat sering kali menganggap minyak goreng langka ketika MinyaKita sulit ditemukan. Padahal, stok merek lain di pasar sebenarnya masih melimpah.

Adsense

Budi mencatat, pada periode sebelumnya terdapat sekitar 50 merek kedua yang beredar luas di pasar rakyat dan efektif menjadi penyeimbang pasokan.

Baca juga : City Jumpa Arsenal Di Final Carabao Cup

Berbeda dengan MinyaKita, minyak goreng merek kedua nanti tidak akan terikat pada aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Saat ini, Pemerintah menetapkan HET MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter. Meski tidak diatur kaku secara regulasi, Pemerintah meminta produsen tetap mematok harga yang mendekati acuan tersebut.

"Sekarang kebanyakan masyarakat tahunya MinyaKita. Padahal minyak goreng itu jenisnya banyak,” tambah Budi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menambahkan, fenomena tingginya minat terhadap MinyaKita hal yang wajar secara ekonomi karena faktor harga.

Baca juga : Asian Road Cycling Championship 2026, Tim Sepeda RI Tantang Panas Gurun Saudi

Namun, dia memastikan serapan pasar terhadap merek kedua sejauh ini belum mengalami penurunan drastis.

“Tentu selaku konsumen akan mencari barang yang lebih murah harganya. Ini hukum pasar,” kata Iqbal.

Melalui strategi ini, Pemerintah berharap, stabilitas harga dan pasokan minyak goreng selama Ramadan dapat terjaga tanpa menimbulkan kesan kelangkaan di masyarakat. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 6 Februari 2026 dengan judul "Antisipasi Kelangkaan MinyaKita Saat Ramadan Mendag Minta Produsen Bikin Second Brand Migor"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense