Dark/Light Mode

Berpetualang Di Pegunungan Bersalju Swiss (1)

Tersihir View Pegunungan Dari Balik Jendela Kereta

Kamis, 5 Februari 2026 07:20 WIB
Salah satu kereta yang kami tumpangi dalam perjalanan di Swiss, dengan view pegunungan. (Foto: Kartika Sari/RM)
Salah satu kereta yang kami tumpangi dalam perjalanan di Swiss, dengan view pegunungan. (Foto: Kartika Sari/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Kartika Sari, mengikuti Media Trip bertajuk “Beginner’s Guide to Winter” pada 25–31 Januari 2026 di Swiss atas undangan Switzerland Tourism di Indonesia. Seluruh rangkaian acara digelar outdoor, di tengah hamparan salju. Kami menjajal olahraga snowboard, ski, sledding, snowshoe hiking dan thrill walk di alam pegunungan yang alami. Sebuah petualangan menantang yang memicu adrenalin, sekaligus jadi pengalaman yang mengesankan dan super fun. Berikut laporannya.

Mengungjungi Swiss adalah salah satu mimpi saya sejak remaja. Saya sangat suka menonton tayangan serial televisi, film atau YouTube tentang para traveler atau adventurer yang menginjakkan kaki di Swiss, negara kaya dengan pemandangan alamnya yang sangat indah. Dan saya sangat senang sekaligus bersyukur, saat mimpi indah ini akhirnya menjadi kenyataan. My dream came true

Selasa pagi, 26 Januari 2026 sekitar pukul 7:00, pesawat Swiss Air yang saya tumpangi bersama jurnalis Kompas Harry Susilo dan jurnalis HaveHalal­WillTravel.com dari Singapura Nur Khalidah Binte Kamsani (Khal), mendarat mulus di Bandara Zurich yang juga dikenal dengan nama Bandara Kloten. Kami disambut oleh Ferani Heng, Market RepresentativeSwitzerland Tourism Indonesia dan Chatchadaporn Chuichan (Pookie), jurnalis dari Majalah GQ Thailand, yang sudah tiba sehari sebelumnya. Suhu udara pagi itu menunjukkan 0 derajat Celcius. Dinginnya suhu udara Zurich pagi itu, terasa menusuk kulit. 

Setelah mandi dan sarapan di Business Lounge di area kedatangan Bandara Zurich, kami langsung meluncur ke Stasiun kereta bawah tanah dan dipandu Ferani Heng sebagai tour leader. Di stasiun, kami disambut Lea Steiner, Media & Trade Marketing Travel Switzerland. Lalu kami diajak naik kereta dari Stasiun Zurich HB Bern Thun Spiez menuju Interlaken selama sekitar dua jam. Setelah itu, kami transit dan lanjut naik kereta menuju Grindelwald selama sekitar 45 menit. Keretanya bagus, bersih, dan modern. 

Baca juga : Yudi Purnomo: Kalau Mengingatkan Tentu Sah-Sah Saja

Dari balik jendela kereta, kami seperti tersihir oleh view pegunungan dan pedesaan yang breathtaking. Deretan pohon, suasana pedesaan yang tenang dan asri, serta hamparan pegunungan yang diselimuti salju, bikin mata tak berkedip sekaligus menenangkan. 

Selama perjalanan, Steiner menjelaskan tentang sistem jaringan kereta api, salah satu moda transportasi favorit publik Swiss dan para traveller dari berbagai dunia. Jaringan dan rute keretanya membentang ke banyak wilayah, menghubungkan kota di dataran rendah hingga kawasan bukit dan pegunungan yang indah yang berbatasan dengan Italia, Jerman dan Prancis. Rute yang dilalui kereta yang kami tumpangi, terkadang menanjak, berbelok meliuk tajam, dengan panorama yang sangat cantik dan mengundang decak kagum. 

Menurut Steiner, ada lima alasan mengapa Swiss menjadi negara yang sangat populer dan wajib untuk dikunjungi. Pertama, the view. Swiss yang dikelilingi pegunungan Alpen yang mendunia itu, menawarkan pemandangan alam yang sangat cantik dan epik. 

Kedua, the ticket. Menurut Steiner, hanya dengan satu travel pass alias tiket terusan, warga Swiss maupun turis bisa menggunakan pass tersebut untuk transportasi publik yang dikelola Pemerintah. “Hanya dengan menggunakan travel pass ini, kita bisa terhubung dengan transportasi publik baik bus, kereta atau ferry. Sangat mudah dan simpel,” jelasnya. 

Baca juga : Hendri Satrio: Hanya Mencari-cari Simpati Dari Publik

Ketiga, the reach. Untuk berkeliling kota, wilayah pegunungan atau pedesaan di negeri penghasil cokelat yang super yummy itu, mudah dijangkau oleh sistem transportasi publik yang terkoneksi dengan baik. Yaitu kereta, bus, ferry maupun cable car atau gondola yang menembus area pegunungan yang menjulang tinggi dan tebing yang terjal. 

Sedangkan keempat, the reliability. Swiss menjadi negara yang sangat handal dalam memudahkan dan bikin para traveler nyaman, aman plus happy. Terakhir, the sustainability. Negerinya petenis dunia Roger Federer itu, sangat mendukung program sustainability (keberlanjutan) dan clean energy (energi bersih) di tengah isu krisis climate change dan global warming yang dihadapi dunia. 

Ferani Heng menambahkan, hampir seluruh transportasi publik di Swiss, sudah memanfaatkan bahan bakar yang ramah lingkungan alias clean energy. “Contohnya kereta yang sedang kita tumpangi sekarang, ditempel lebel bertuliskan ‘Swisstainable Leading’. Itu artinya, kereta ini sudah mendapat predikat level tertinggi dalam penerapan sustainability program karena mereka menggunakan renewable energy atau bahan bakar ramah lingkungan yang sumbernya energi bersih,” jelas Ferani, sambil menunjuk ke arah lebel bertuliskan “Swisstainable Leading” yang ditempel di dinding kereta. 

Dia menambahkan, sejak tahun 2025, semua kereta di Swiss sudah menggunakan renewable energy. Tak hanya industri transportasi, semua perusahaan yang bergerak di sektor lainnya di Swiss, juga berlomba-lomba untuk mendapatkan lebel ‘Swisstainable Leading’ lewat renewable energy, dan mendaur ulang (no waste) semua produk yang digunakan sehari-hari. 

Baca juga : Komisi VII: Percepat Program Olah Sampah Jadi Energi

Yang menarik, selain memiliki restoran yang menjual aneka minuman dan makanan, dan toilet, kereta ini juga dilengkapi gerbong khusus untuk keluarga (family room). Steiner mengajak kami untuk mampir ke family room. Ruangannya dilengkapi fasilitas bermain anak-anak seperti perosotan, meja bermain dan boneka warna warni. Tampak ada dua anak sedang asyik bermain perosotan, sambil disaksikan oleh orangtuanya. 

Tak terasa, setelah menempuh perjalanan kereta api hampir tiga jam dengan dua kali ganti kereta, akhirnya kami tiba di Grindelwald. Grindelwald adalah desa pegunungan yang indah di Pegunungan Alpen Bernese Swiss (distrik InterlakenOberhasli), yang menjadi pintu gerbang utama untuk wilayah Jungfrau. Terletak di kaki lereng utara Eiger yang sangat terkenal dan populer, desa ini menawarkan atraksi utama seperti First CliffWalk, Jungfraujoch (Puncak Eropa), dan Gletscherschlucht (Ngarai Gletser). (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.