BREAKING NEWS
 

Ekonom Allianz Proyeksi Fundamental Ekonomi Asia di 2026 Tetap Kuat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 14 Februari 2026 11:59 WIB
Ekonom Senior Allianz Global Christiaan Tuntono. (Foto: Dok. Allianz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Senior Allianz Global Christiaan Tuntono menyebut, para investor saat ini ekonomi Asia termasuk Indonesia sedang masuk dalam fase peluang mulai terbuka seiring tekanan suku bunga yang mereda.

“Dalam ekonomi Asia, pertumbuhan 2026 diperkirakan selektif. Artinya, tidak semua sektor atau aset akan naik bersamaan,” katanya dalam keterangan, Sabtu (14/2/2026).

Christiaan mengatakan, sejalan dengan energi Kuda Api, investor disarankan memilih instrumen atau bisnis yang sudah punya fundamental kuat, arus kas jelas & model bisnisnya dipahami.

Fokus pada sektor teknologi dan AI, karena revolusi AI akan tetap menjadi pendorong utama sepanjang 2026.

Baca juga : Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Menkomdigi Ajak Pegawai Terapkan Budaya Bersih

Christiaan menyoroti bahwa real interest rates di Indonesia baru belakangan ini menjadi kurang restriktif. Ini membuka peluang untuk investasi, baik di pasar keuangan maupun bisnis riil.

“Namun, Feng Shui Kuda Api juga mengingatkan: terlalu cepat bisa berujung ceroboh,” ujarnya.

Untuk itu, strategi untuk menghadapinya adalah, masuk ke pasar secara bertahap, melakukan diversifikasi portfolio- hindari menempatkan seluruh dana sekaligus menjaga likuiditas agar dapat memanfaatkan peluang saat pasar menghadapi koreksi.

Adsense

“Di tahun 2026, timing adalah faktor krusial. Outlook Allianz Global Investors melihat bahwa pertumbuhan di Asia diproyeksikan tetap memiliki fundamental yang kuat, meski menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan dan tensi perang dagang,” ujarnya. 

Baca juga : Sambut PM Albanese, Prabowo Perkuat Pilar Pendidikan dan Ekonomi RI-Australia

Hal ini didorong oleh beberapa faktor. Yaitu, pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan China memiliki basis konsumsi yang besar Urbanisasi dan digitalisasi terus berlanjut dan memperluas peluang ekonomi.

Kebijakan fiskal di banyak negara Asia relatif lebih terkendali, sehingga memberikan ruang stabilitas.

Sementara itu, outlook ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan kombinasi antara risiko dan peluang.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada pada level moderat, ditopang oleh konsumsi domestik dan struktur demografi yang relatif menguntungkan.

Baca juga : Moody’s Pertahankan Rating Baa2, Ekonomi Indonesia Tetap Kuat & Tahan Banting

Menurut Christiaan, Indonesia juga memiliki keunggulan berupa defisit fiskal dan rasio utang yang rendah, yang memberikan stabilitas dalam jangka menengah.

“Dalam Feng Shui, kondisi ini digambarkan sebagai tanah yang cukup kuat untuk menahan api. Artinya, peluang tetap terbuka, selama langkah yang diambil tidak berlebihan," ujarnya.

Sementara itu, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia Angelina Fang menggambarkan Tahun Kuda Api sebagai periode energi besar yang menuntut keputusan cepat, fokus, dan disiplin.

“Tahun Kuda Api membawa energi emosional yang tinggi. Mulai dari optimisme, ambisi, hingga ego. Dalam konteks investasi, energi ini sering tercermin dalam keputusan yang terlalu agresif atau kecenderungan mengikuti tren tanpa pertimbangan matang,” katanya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense