RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus memperkuat peran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, sebagai motor penggerak ekonomi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sepanjang tahun 2025, aktivitas ekspor melalui PLBN Entikong berhasil menyumbang devisa negara sebesar Rp 93,6 miliar dari berbagai komoditas unggulan masyarakat perbatasan.
PLBN Entikong yang dikelola BNPP dan berlokasi di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, menjadi salah satu pintu ekspor strategis di wilayah perbatasan darat Indonesia.
Keberadaan PLBN Entikong tidak hanya memastikan kelancaran lalu lintas barang lintas negara, tetapi juga membuka akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan masyarakat perbatasan.
Baca juga : Dari Perbatasan, Wamen Fajar Pastikan Revitalisasi Sekolah Di Bengkayang
Kepala PLBN Entikong Teguh Priyadi menjelaskan, sepanjang 2025 total nilai devisa negara yang dihasilkan melalui aktivitas ekspor di PLBN Entikong mencapai Rp93.623.314.370, dengan total netto ekspor sebesar 4.492.094 kilogram.
“Pada tahun 2025 terdapat sejumlah komoditas unggulan yang mencatatkan peningkatan ekspor, antara lain bahan pangan, udang wangkang, ikan bawal hitam, langsat, durian, ikan tenggiri, gula kelapa, udang dogol, salak, cumi-cumi atau sotong, serta ikan bawal putih,” kata Teguh, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ekspor melalui PLBN Entikong dilaksanakan secara rutin setiap hari oleh para eksportir dengan memanfaatkan fasilitas Gedung Cargo PLBN Entikong.
Para eksportir tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari komoditas pertanian, perikanan, hingga produk jadi seperti bahan sembako, gula, arang, dan produk lainnya.
Baca juga : Rupiah Menguat Terbatas, Bergerak Di Rp 16.803 Per Dolar AS
“Seluruh proses bongkar muat ekspor dilayani setiap hari oleh petugas Bea dan Cukai serta Karantina Entikong, dengan dukungan tenaga porter yang menggunakan gerobak dorong dari jalur Cargo menuju Tebedu, Sarawak, Malaysia,” jelasnya.
Memasuki awal tahun 2026, kinerja ekspor melalui PLBN Entikong juga kembali menunjukkan tren positif. Hingga Januari 2026, nilai devisa negara yang tercatat mencapai Rp 9.141.723.360, dengan total netto ekspor sebesar 375.809 kilogram.
Komoditas yang diekspor pada periode tersebut meliputi udang wangkang, langsat, ikan bawal hitam, udang vaname, ikan kurau atau senangin, ikan tenggiri, gula kelapa, salak, durian, serta produk masako kemasan.
Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa aktivitas ekspor melalui PLBN Entikong tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Baca juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 56,3 Triliun Di Sepanjang Tahun 2025
“Kehadiran PLBN Entikong tidak hanya berfungsi sebagai pintu perlintasan orang, barang, dan kendaraan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal, termasuk para eksportir yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Entikong,” ungkapnya.
Melalui pengelolaan PLBN Entikong, BNPP RI terus berkomitmen menghadirkan pelayanan perbatasan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.